SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Animo masyarakat Sumatera Selatan teradap transksi pasar modal lumayan besar. Terbukti menurut data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Sumsel, terbesar ke-8 nasional. Sehingga berada di urutan 8 dari 38 provinsi di Indonesia.
Demikian dijelaskan Ruth Yendra I SE MBA, Kepala Unit Edukasi Layanan Jasa Investor PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada acara workshop wartawan dan media gathering, Rabu 11 Juni 2025 di Palembang.
Adapun jumlah investor di Sumsel sampai dengan Mei 2025 sebesar 395.770 investor dengan total aset Rp 17,94 triliun. Dan yang membanggakan lagi mayoritas investor pasar moda ini adalah Gen Z dan Milenial.
“Investor laki laki lebih banyak 61,63 persen, dan sisanya diikuti investor perempuan. Dengan mayoritas pendidikan mereka sampai dengan jenjang SMA, 56,62 persen,” ujar Ruth Yendra.
Sementara 27,10 persen adalah pegawai swasta, pegawai negeri maupun guru. Lalu, 22,55 persen lagi adalah pelajar.
Secara nasional, pertumbuhan imvestor pasar modal sampao dengan Mei 2025 sebesar 16.639.458 investor. Sementara sebelumnya Mei 2024 angkanya 14.871.679 imvestor.
Terbanyak, investor di Reksadana 15.722765, diikuti investor saham dan surat berharga lainnya 7.047.092 dan SBN 1.265.401. Sama seperti di Sumsel peminat terbanyak 80 persen berasal dari Gen Z dan Milenial.
“Secara nasional, investor pasar modal lebih banyak terdapat di Pulau Jawa, menguasai hingga 70 persen lebih, dengan jumlah aset Rp4.896 triliun. Diikuti investor Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, NTB, NTT,” ujar Ruth.
Sementara itu, Hari Mulyono, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumsel, menyebut, peningkatan jumlah investor yang tercatat menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap produk investasi yang ditawarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) masih stabil.
Hal ini terjadi meskipun ekonomi dunia mengalami fluktuasi yang cukup besar, baik akibat ketidakpastian global maupun tantangan yang dihadapi oleh perekonomian lokal.
Hari Mulyono menambahkan bahwa rata-rata pertumbuhan investor baru per bulan dari Januari hingga Maret 2025 mencapai 4.000 orang. (*)



