Home Sumsel Bagindo Togar Soroti Kinerja 100 Hari Bupati PALI

Bagindo Togar Soroti Kinerja 100 Hari Bupati PALI

981
0

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Pengamat politik Bagindo Togar Butar-butar merespon video viral pernyataan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Asgianto yang menjawab pertanyaan wartawan saat disoal terkait demonstrasi masyarakat beberapa waktu lalu.

Bagindo Togar menilai reputasi dan kinerja selama 100 hari kepimimpinan belum terdapat perubahan yang dan menunjukan kemajuan untuk Kabupaten PALI.

“Kalau melihat kalau melihat dari reputasinya dan kinerjanya, kita sangat kecewa apalagi publik Pali. Kenapa saya katakan kecewa, inilah kalua, ingat Pali itu adalah DOB yang sudah terlanjur berkembang dibawa kepemimpinan Bupati sebelumnya. Nah sekarang mendadak seorang pemimpin muda dengan over PD dana merasa dia bisa mampu malah buat gagal paham,” kata Bagindo di rumah perubahan Kecamatan Sako Palembang, Rabu (02/07/2025).

Mantan ketua IKA FISIP Unsri ini juga menilai ketokohan yang diperoleh Bupati Pali saat ini merupakan efek “Politik Ekor Jas” dari kondisi situasional politik yang menguntungkan baik dari Prabowo sebagai calon Presiden maupun dari Partai Gerindra.

“Ini kenapa, karena dia toko hasil dari seorang yang berasal dari sangat instan karir politiknya yang Katakanlah efek dari “Politik Ekor Jas” ketika dia muncul akhirnya memperoleh menjalani kader politik semata-mata oleh kondisi syarat situasional politik dan kondisi politik yang menguntungkan yaitu Pak era Pak Prabowo dan Gerindra yang sedang Berkibar. Kedua dia mengandalkan nama besar tadi padahal dari segi portofolio politik yaitu investasi dan prestasi politik tidak tidak mendukung semata-mata karena ada keberuntungan lah situasi situasional tadi akhirnya membuat dia terangkat,” ungkap Gindo.

“Nah ini ternyata terbukti karena dia ternyata dalam tanda kutip tokoh yang secara instan muncul jadi pemimpin, pengalaman kurang dari segi pemerintahan kemudian karir politiknya cenderung factor keberuntungan tadi. Yang ketiga ada secara psikologis saya lihat mengidap “autis”, Kenapa saya katakan istilah “autis”, ada kegamangan seolah-olah komunikasinya ini cenderung karena tidak biasa menghadapi tidak biasa berinteraksi dengan kelompok-kelompok masyarakat. Maka cenderung substansi komunikasinya tidak menyentuh permasalahan yang ada di Kabupaten Pali tersebut,” pungkas Pengamat Politik Sumsel itu.

Bagindo juga mengamati jika dibandingan secara head to head antara pemerintah sekarang yang kalau kita bandingkan head to head antara Pemerintahan sekarang dengan yang dulu cenderung terlihat sekali seperti Kepala daerah yang sedanga magang.

“Kalu kita melihat pemerintahan sekarang, cenderung yang sekarang ini Kelihatan sekali mereka seperti sangat seperti magang atau belajar sebagai kepala daerah. Contoh seperti sekarang mereka membeli mobil mewah padahal itu tidak urgent, PALI itu belum pantas dengan mobil mewah super mewah dan di Sumsel Cuman mereka yang belanja membelanjakan gaya belanja mobil dengan harga yang cukup tinggi,” tukas Bagindo.

“Artinya mereka utamakan adalah penampilan yang wah yang mewah sementara kondisi di masyarakat PALI sangat jauh dari itu. Mereka Sanggup memamerkan diri berpenampilan yang sangat luar biasa di ketika dalam kondisi Pali yang melalui katakan masih daerah otonomi baru,” pungkasnya.

Bagindo Togar berharap DPRD Pali dan penegak hukum ikut mengawasi dan memantau penggunaan dana negara di Kabupaten PALI agar tepat guna dan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat.

“Untuk itu saya meminta DPRD dan lembaga pengawas baik penggak hukum harus ekstra ketat mengawasi dua kepemimpinan di PALI ini harus pantas mereka sorot dan awasi secara ekstrak. Disana problema sosial meningkat, fasilitas enggak ada perubahan tidak ada perubahan infrastruktur dan segala fasilitas umum selama 100 hari, sama seperti yang dulu,” terang Direktur Forum Demokrasi Sriwijaya itu.

“Yang berubah cuma penampilan mereka, belanja mereka yang tidak tepat belanja APBD yang tidak tepat sasaran. Nah ini harus pantas mereka sorot dan awasi secara ekstrak supaya penggunaan, peruntukan dan pemakaian dari pada APBD di PALI itu tempat sasaran dan tempat manfaat,” tutup Bagindo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here