Home Palembang Bukan Kompor atau Rokok, Korsleting Listrik Jadi Pemicu Terbesar Kebakaran di Palembang

Bukan Kompor atau Rokok, Korsleting Listrik Jadi Pemicu Terbesar Kebakaran di Palembang

138
0

Swarnanews.co.id-Palembang, Agustus 2025-Tingginya kasus kebakaran di Kota Palembang sepanjang enam bulan pertama tahun ini, ternyata faktor korsleting listrik menjadi penyebab utamanya.

Fakta ini mengingatkan pentingnya kesadaran warga dalam merawat kabel dan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.

Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Palembang menunjukkan, sejak Januari hingga pertengahan Juni 2025 sudah terjadi 134 kasus kebakaran.

Dari jumlah itu, 81 kasus atau sekitar 60 persen dipicu oleh korsleting kabel listrik. Sementara kebakaran akibat kompor hanya 11 kasus, sisanya karena puntung rokok, pembakaran sampah, hingga lilin dan obat nyamuk bakar.

Menurut Hadi (45), warga Bukit Sangkal Palembang, banyak tetangganya yang memasang kabel listrik secara asal-asalan tanpa mempertimbangkan keamanan.

Ada yang memakai kabel bekas, sambung-sambung tanpa isolasi rapi, bahkan satu stop kontak dipaksa untuk banyak peralatan.

“Ya kalau udah kebiasaan gitu, nanti lama-lama kabel panas, meleleh, terus nyambar barang di dekatnya. Namanya juga kabel tua, kan gampang korslet,” kata Hadi saat ditemui, Senin (7/7).

Ia menambahkan, kondisi ini makin rawan saat musim kemarau seperti sekarang. Suhu udara panas membuat kabel cepat getas, lalu mudah terbakar jika ada percikan arus pendek.

“Apalagi kalau colokannya numpuk, kipas, TV, kulkas dijadiin satu. Kita aja lihat kadang ngeri, tapi banyak yang nggak peduli,” ujarnya.

Tak hanya di rumah-rumah warga, kebakaran akibat korsleting juga rentan terjadi di tempat usaha dan sekolah. Seperti kejadian di kantin SMPN 4 Palembang pada Minggu malam (6/7) lalu, yang diduga bermula dari kabel tua di area kantin.

Dalam dua pekan terakhir saja, petugas Damkar Palembang sudah menangani 13 kasus kebakaran, dan melihat pola data sebelumnya, kemungkinan besar 8 kejadian di antaranya dipicu korsleting listrik.

Hadi mengaku kini ia rutin memeriksa kabel-kabel di rumah, memastikan tak ada yang terkelupas atau longgar. Dirinya juga memilih tidak lagi memakai kabel gulung (roll) untuk waktu lama agar tidak cepat panas.

“Kalau bisa beli alat pemadam api ringan juga. Soalnya kan kalau keburu besar, malah makin takut. Mending jaga-jaga dari awal,” tuturnya.

Ia berharap tetangga dan warga lain juga mulai peduli, minimal mengecek stop kontak dan tidak terlalu banyak menyambungkan alat listrik dalam satu titik.(**/riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here