KOMPAK DAN SOLID: Para tokoh umat beragama dan para aktifis ormas yang peduli terhadap kerukunan umat beragama menggelar Rapat Koordinasi yang difasilitasi FKUB Kabupaten OI. Tampak mereka foto bersama dengan Bupati OI diwakili Asisten I Dicky Syailendra, S.Sos.
SWARNANEWS.CO.ID, INDRALAYA OGAN ILIR—-Menyadari pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ogan Ilir menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Pendopoan Bupati Ogan Ilir Indralaya Ogan Ilir Sumsel, Selasa (29/9/2025).
Hadir pada kesempatan itu Bupati OI Panca Wijaya Akbar diwakili Asisten I Dicky Syailendra, S.Sos. Kepala kantor kemenag OI, H Wahidin, S.SosI, MSi, Kepala Badan Kesbang Linmas diwakili Sekretaris H Jon Hery, M.Ag, Ketua FKUB M Rido, SAg, Mudir Ponpes Raudhatul Ulum diwakili Kyai Karim Umar, Wakil Ketua ICMI, Medi Irawan. SSi, SH, Ketua Dewan Pendidikan dan juga pengurus PWI Sarono P Sasmito, para ketua FKUB seluruh kecamatan di OI, para pemuka agama Islam, Kristen Katolik, Protestan dan Hindu serta kades Mekarsari Rantau Alai yang menjadi Ketua Masyarakat Sadar Kerukunan Bergama dan undangan lainnya.

DUKUNG PENUH FKUB: Asisten I Dicky Syailendra mendukung penuh berbagai kegiatan yang dilakukan FKUB Kabupaten OI.
Acara dimulai dengan melafazkan basmalah. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan lagu tentang menjaga kerukunan umat beragama. Selanjutnya laporan dari Ketua FKUB HM Rido, SAg. Pria yang prnah menjadi anggota DPRD OI ini mengemukakan, kegiatan Rakor tersebut dalam rangka untuk memelihara kerukunan umat beragama di Kabupaten OI.
“Alhamdulillah sejauh ini kerukunan umat beragama di wilayah ini terjaga dengan baik. Kalaupun ada benturan atau percikan api permusuhan segera bisa diatasi dan dipadamkan sehingga tidak meluas,” ujar pria yang juga sebagai dai ini.
Sementara itu Dicky mewakili Bupati OI menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Pemerintah mendukung keberadaan FKUB karena fungsi perannya dalam menjaga kerukunan beragama sudah terbukti dan teruji.
Termasuk saat marak demo-demo Agustus lalu dengan adanya himbauan dari Ketua FKUB Ustadz Rido maka tak ada gejolak demo atau pun penjarahan di wilayah ini
Acara kemudian dilanjutkan paparan dari narasumber yang pertama Jon Heri, MAg, didampingi moderator Mukkofa membahas Peran Pemerintah daerah dalam Upaya optimalisasi FKUB di Kabupaten OI. Pria yang selama ini lebih banyak bertugas sebagai Kepala KUA ini menguraikan, kerukunan beragama di wilayah ini terjaga dengan baik. Meski umat Bergama di sini bervariasi, ada Islam, Kristen, protestan, hindu dan budha semuanya dapat berinteraksi dengan baik.
Pernah terjadi gesekan tentang pendirian rumah ibadah di gang Lampung namun semuanya bisa dimediasi dengan baik dan mendapatkan Solusi yang saling melegakan. Meski demikian pihaknya mengharapkan ke depan semua pemeluk agama di daerah ini diharapkan dapat mengedepannya semangat toleransi sehingga satu sama lain benar-benar dapat menjaga kerukunan.

Sesi berikutnya diisi oleh Kakan Kemenag OI, Wahidin SSosI, MSi didampingi moderator Komaruddin MSi yang juga sekretaris FKUB, yang menguraikan tentang Kebijakan Kemenag Kabupaten OI terhadap kerukunan umat beragama. Pria yang lebih kurang setengah bertugas di Kabupaten OI sebelumnya menguraikan tentang falsafah Bhineka Tunggal Ika, beragamnya suka, adat, Bahasa dan lainnya tetapi di Nusantara ini bisa rukun dan saling jaga. Inilah yang menjadikan kesatuan dan persatuan NKRI tetap terjaga hingga kini.

ANTUSIAS: Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi hingga selesai.
Di bagian akhir Ustadz Rido didampingi Moderator A Muhajir Musmar menguraikan tentang peran dan tugas FKUB dalam memelihara Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten OI. Pihaknya terus memperkuat landasan hubungan kerukunan umat Bergama dengan mewujudkan sikap toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dan bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Di samping itu juga sangat menjaga Trilogi Kerukunan Umat Beragama yakni antar umat beragama, antarumat seagama dan antarumat beragama dan pemerintah.
Pada sesi dialog Sarono P Sasmito memberikan tanggapan, dan bersyukur kerukunan umat beragama di OI dapat terjaga dengan baik. Potensi kerusuhan justru terjadi karena adanya ketidakadilan seperti yang terjadi kejadian yang dipicu oleh jogged-jaged anggota DPR RI di Tengah rakyat yang didera kesulitan ekonomi. Hal itu menyulut keberingasan massa.Untuk itu ke depan diharapkan anggota dewan dapat mencerminkan sebagai wakil rakyat dan bisa menyuarakan aspirasi rakyat.
Sementara itu Ketua FKUB Muarakuang memberikan masukan tentang perlunya mengatur radius masjid dan mushola di desa-desa. Sebab ada kecenderungan jumlah masjid dan mushola sudah terlalu padat namun jamaah tidak banyak.
Kemudian tokoh Masyarakat Rantau Alai dan juga Pembina Masyarakat sadar kerukunan umat beragama, M Said berpesan agar semua umat beragama patuh pada ajaran agama masing-masing. “Kalau semuanya patuh maka kerusuhan itu tak akan terjadi,” ujar kiyai berusia 85 tahun ini.
Usai dialog dilakukan ramah-tamah dan penyamaan komitmen untuk tetap menjadi kerukunan umat beragama demi keutuhan NKRI.
Foto: Dok FKUB OI
Teks/Editor: Sarono P Sasmito


