Beranda Palembang Super Flu Jangkiti Indonesia, Perlukah Khawatir? Begini Kata Ahli Mikrobiologi Palembang

Super Flu Jangkiti Indonesia, Perlukah Khawatir? Begini Kata Ahli Mikrobiologi Palembang

29
0
Ilustrasi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Setelah diserang Covid 19, kini Indonesia di hadapkan pada masalah flu baru yakni Super Flu.

Ahli Mikrobiologi Prof Dr Yuwono menegaskan, super flu merupakan influenza musiman dengan gejala yang lebih berat serta penyebaran yang lebih luas.

“Super flu itu influenza musiman. Kalau di kita biasanya muncul saat musim hujan. Sebenarnya sama dengan flu biasa, hanya saja intensitasnya lebih berat dan penyebarannya lebih luas,” ujar Prof Yuwono.

Prof Yuwono menjelaskan, super flu disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H3N2 varian K.

Gejala yang ditimbulkan bersifat umum, seperti demam dan nyeri tenggorokan, namun tingkat keluhannya lebih tinggi sehingga membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

“Gejalanya sifatnya umum, tapi intensitasnya lebih berat. Ada demam, nyeri tenggorokan dan rasa tidak nyaman,” katanya.

Menurut Prof Yuwono, kelompok yang paling rentan terdampak penyakit ini adalah anak-anak dan lansia.

Sementara itu, terkait penyebarannya, Prof Yuwono menyebutkan bahwa kasus super flu di Indonesia memang sudah ditemukan, meski lebih banyak terjadi di negara-negara Eropa yang sedang mengalami musim dingin.

Di Indonesia sudah ditemukan beberapa kasus. Umumnya memang lebih banyak ditemukan di negara Eropa karena faktor musim dingin,” ujarnya.

Terkait penanganan, Prof Yuwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melakukan vaksinasi influenza, menjaga kebersihan diri, serta memperhatikan sanitasi lingkungan.

Prof Yuwono menegaskan, istilah Super Flu,hanyalah sebutan yang terkesan bombastis dan dibesar-besarkan. Lantas, masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan, namun tetap waspada.

“Kesimpulannya, super flu ini istilah yang dibesar-besarkan. Tidak perlu dikhawatirkan, tapi kita harus tetap waspada,” pungkasnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini