SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG – Sebagaimana biasa, saat mendekati Bulan Ramadhan, harga harga barang akan alami peningkatan. Pemerintah Kota Palembang mulai bersiap menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan 2026 ini.
Sejumlah komoditas pangan di prediksi mengalami lonjakan harga seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat saat bulan puasa.
Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani menyebutkan bahwa pola kenaikan harga saat Ramadhan hampir selalu terjadi pada beberapa komoditas utama.
“Setiap memasuki Ramadhan, komoditas yang kerap mengalami kenaikan adalah cabai merah maupun cabai rawit, bawang, serta ayam potong ras,” kata Elsa, Senin (1/2/2026).
Untuk menekan laju kenaikan harga, Disdag Pelambang bersama instansi terkait akan menggelar operasi pasar murah.
Program ini direncanakan berlangsung secara bergilir di seluruh 18 Kecamatan di Kota Palembang.
Operasi pasar murah tersebut dijadwalkan mulai digelar pada awal Ramadhan atau sekitar satu pekan sebelum bulan puasa di mulai. Dalam kegiatan ini, pemerintah akan menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Komoditas yang rawan naik akan kami jual dengan harga distributor. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ungkap Elsa.
Dia menambahkan, khusus komoditas cabai, fluktuasi harga sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Curah hujan tinggi kerap membuat stok cabai cepat rusak sehingga pasokan berkurang di pasaran.
“Kami berupaya agar harga cabai tetap terkendali meski faktor cuaca cukup berpengaruh,” ujar Elsa.
Selain faktor cuaca, keterbatasan pasokan dan tingginya permintaan juga menjadi pemicu kenaikan harga, terutama pada komoditas cabai. Hambatan distribusi akibat kondisi geografis, seperti banjir di wilayah pemasok turut memperparah situasi.
“Distribusi ke pasar Induk Palembang bisa terganggu jika daerah penghasil terdampak banjir,” katanya.
Sementara itu, kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan umumnya dipicu meningkatnya permintaan masyarakat.
Warga cenderung berbelanja lebih banyak untuk kebutuhan berbuka dan sahur, terutama untuk komoditas telur dan ayam potong. (*)





