PENAMBAHAN KAPASITAS: Sebagai figur ketua organisasi profesi guru, Sapto Abadi terus menambah kapasitas pribadi dengan mengikuti ToT Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhanas RI.
SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA__ Ketua Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Training of Trainers (ToT) Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) bagi Guru, Dosen, dan Widyaiswara Angkatan ke-40 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Kegiatan tersebut berlangsung pada 26 Agustus sampai dengan 3 September 2026 bertempat di lingkungan Lemhannas RI, Jakarta, dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah serta unsur pendidikan di Indonesia.
Keikutsertaan Ketua Wilayah IGI Sumatera Selatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen IGI untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kompetensi guru dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan kehidupan berbangsa.
ToT Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan dirancang untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan, khususnya empat konsensus dasar bangsa, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Selain memperoleh penguatan materi, peserta juga mendapatkan pengalaman dalam proses pembelajaran dan pelatihan sebagai seorang trainer/fasilitator, sehingga diharapkan mampu menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan kepada lingkungan profesi dan masyarakat.
Guru Harus Menjadi Penguat Nilai KebangsaanKetua Wilayah IGI Sumatera Selatan menilai bahwa guru memiliki posisi strategis dalam menjaga dan memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.
“Guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menanamkan nilai, karakter, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda. Karena itu, penguatan kapasitas guru dalam memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, arus informasi yang sangat cepat, perubahan sosial, serta beragamnya pengaruh terhadap generasi muda membutuhkan guru yang tidak hanya profesional secara akademik, tetapi juga memiliki keteguhan karakter dan wawasan kebangsaan.
Melalui kegiatan ToT ini, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada para guru di Sumatera Selatan melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan kegiatan organisasi.
Komitmen IGI Sumsel Keikutsertaan tersebut juga sejalan dengan semangat kepengurusan IGI Sumatera Selatan periode 2026–2031 untuk membangun organisasi yang Harmonis, Profesional, dan Sejahtera, dengan semangat:“IGI Sumsel Berdaya, Sumsel Maju untuk Semua.
“Nilai-nilai kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi praktik nyata di sekolah, organisasi profesi, dan masyarakat.
“Saya berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh dari Lemhannas RI dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi guru-guru di Sumatera Selatan. Kita ingin guru menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menghargai keberagaman, memperkuat karakter peserta didik, dan merawat Indonesia,” lanjutnya.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 3 September 2026, peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
Bagi IGI Sumatera Selatan, pengalaman mengikuti ToT Lemhannas RI ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi profesi guru dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berintegritas, cinta tanah air, dan memiliki komitmen terhadap persatuan Indonesia. IGI Sumsel Berdaya — Sumsel Maju untuk Semua. (Editor: Sarono P Sasmito)




