HADIRKAN GENERASI PENERUS TERBAIK: Para ibu hamil (Bumil) dan Ibu menyusui terus berusaha menghadirkan generasi penerus terbaik. Tampak mereka ceria dalam mengikuti kegiatan konseling yang digelar oleh Puskesmas Kecamatan Sukarami kolaborasi dengan tim Bapelkes Provinsi Sumsel. Tampak mereka foto bersama di sela-sela kegiatan tersebut.
SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG– Kesehatan ibu dan bayi bukan hanya tentang pelayanan ketika terjadi masalah, tetapi juga tentang bagaimana seorang ibu mendapatkan informasi, pendampingan, dan dukungan yang tepat sejak masa kehamilan hingga menyusui.
Kondisi itulah yang dicapai dalam praktik hasil konseling bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang dilaksanakan melalui sinergi Bapelkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dengan Puskesmas Sukarami Palembang di Puskesmas Sukarami Palembang, Jumat (2/10/2026).
Hadir pada kesempatan Kepala Puskesmas Sukarami Erikson Siregar, SKM, Kabag TU Rina, para widya iswara dari Bapelkes Sumsel, Pengurus Pokmas Peduli Kesehatan Basarina mewakili Ketua Sarono P Sasmito yang berhalangan hadir. Kemudian empat orang Bumil yakni Nurhaniah dari Posyandu Anggrek, Ananda Ria, Tina Wulandari dan Novi Pramudita Sari dari Posyandu Harapan Bunda. Sedangkan empat Busui yakni Auliya dari Posyandu Anggrek, Yami Harsin Fadly dari Posyandu Bukit Sederhana, Turni Posyandu Bambu Kuning dan Fitri Mulyati dari Posyandu Harapan Bunda.
Erikson mengemukakan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas petugas kesehatan, khususnya dalam memberikan konseling yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang efektif dengan ibu. Petugas kesehatan dilatih untuk memahami kebutuhan ibu, menggali permasalahan yang dihadapi, memberikan solusi yang sesuai, serta mendampingi ibu agar lebih percaya diri dalam menjalani kehamilan dan proses menyusui.
PENGARAHAN: Kepala Puskesmas Sukarami didampingi Kabag TU Rini tampak memberikan arahan kepada para peserta konseling.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah melatih dan meningkatkan keterampilan petugas kesehatan dalam menerapkan teknik-teknik konseling, sehingga pesan kesehatan dapat diterima dengan lebih mudah dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Konseling yang baik diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif, mulai dari manfaat ASI bagi bayi, persiapan menyusui sejak masa kehamilan, teknik menyusui yang benar, hingga bagaimana menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama masa menyusui.
Dengan meningkatnya kemampuan petugas dalam memberikan konseling, diharapkan kualitas pendampingan kepada ibu juga semakin baik. Pada akhirnya, hal ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan pencapaian ASI eksklusif dan mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Salah satu wilayah yang terus mendapatkan penguatan dalam proses ini adalah Puskesmas Sukarami, yang masih berada dalam wilayah binaan Bapelkes. Posisi ini menjadi peluang untuk terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Tidak berhenti pada pelayanan di dalam gedung puskesmas, Puskesmas Sukarami juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui pembentukan dua forum kader dan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Peduli Kesehatan yang diketuai oleh Sarono P Sasmito, SPd.
Kehadiran forum kader dan Pokmas Peduli Kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun jejaring pendampingan di masyarakat. Kader tidak hanya menjadi penghubung antara masyarakat dan petugas kesehatan, tetapi juga dapat berperan dalam memberikan dukungan, mengingatkan, mendampingi, serta membantu menemukan permasalahan yang dihadapi ibu hamil dan ibu menyusui di lingkungannya.
Melalui kolaborasi antara Bapelkes, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Puskesmas Sukarami, petugas kesehatan, forum kader, Pokmas Peduli Kesehatan, serta masyarakat, upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
BUSUI RENGKUH PUTRINYA: Yami Harsin Fadly salah seorang BUSUI dari Posyandu Bukit Sederhana Jalan Naskah KM 7 Sukarami Palembang menjalani koseling sembari merengkuh putrinya yang dalam usia menyusui.
Karena keberhasilan ASI eksklusif bukan hanya tanggung jawab seorang ibu. Di balik seorang ibu yang berhasil menyusui, ada pengetahuan yang benar, konseling yang tepat, petugas kesehatan yang terampil, kader yang aktif, keluarga yang mendukung, dan lingkungan yang ikut menguatkan. Dari sebuah konseling, kita menanamkan pengetahuan. Dari pengetahuan, tumbuh kepercayaan diri. Dari kepercayaan diri, lahir perubahan perilaku. Dan dari perubahan tersebut, kita bersama-sama membangun generasi yang lebih sehat sejak awal kehidupan.
Inilah praktik hasil konseling: bukan sekadar kegiatan, tetapi sebuah proses untuk memperkuat petugas, memberdayakan kader dan masyarakat, mendampingi ibu, serta meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif demi kesehatan ibu dan bayi di Sumatera Selatan.
Foto: Dok Puskesmas Sukarami
Teks: Eka Fitrian Nova Liana, S.Kom dan Rusmala Dewi Jayanti, SHI
Editor: Sarono P Sasmito





