SWARNANEWS.CO.ID.,OKUT – Solidaritas terhadap jurnalis yang menjadi korban dugaan pengeroyokan saat menjalankan tugas peliputan aksi demo beberapa hari yang lalu di Palembang, terus mengalir.
Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Solidaritas Jurnalis OKU Timur (FSJ OKUT) mendatangi Polres OKU Timur, untuk menyampaikan keprihatinan sekaligus mendesak agar kasus tersebut diusut hingga tuntas.
Aksi solidaritas ini merupakan respons atas dugaan pengeroyokan terhadap jurnalis saat meliput aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumatera Selatan.
Seperti diketahui kala itu, dua wartawan, Rahmad Kurniawan dari Tribun Sumsel dan Mulyadi dari PalTV, diduga menjadi korban pengeroyokan saat meliput demonstrasi di depan Mapolda Sumatera Selatan, Palembang.
Keduanya dilaporkan mengalami luka-luka setelah diserang sejumlah orang di tengah aksi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari lima orang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu.
Rahmad dan Mulyadi kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan penanganan medis.
Kedatangan para jurnalis tersebut disambut Wakapolres OKU Timur Kompol Hendri SH, didampingi Kasat Intelkam AKP Andi Bintoro dan Kasi Humas AKP Supardi.
Perwakilan FSJ OKUT, Fahmi, mengatakan, kehadiran mereka di Mapolres OKU Timur merupakan bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan seprofesi yang diduga menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya menjadi keprihatinan insan pers, tetapi juga menyangkut kebebasan menyampaikan pendapat dan keamanan setiap orang dalam menjalankan aktivitasnya.
“Kami kemarin mendapat kabar adanya peristiwa yang bisa dikatakan sebagai penganiayaan, baik terhadap wartawan yang sedang meliput maupun rekan-rekan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi,” ujar Fahmi Rabu, 14/10/2026
Dia menegaskan, jurnalis yang menjalankan tugas peliputan harus mendapatkan perlindungan, bukan justru menjadi korban kekerasan. Sebab, kerja jurnalistik merupakan bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, FSJ OKUT juga menitipkan aspirasi kepada jajaran Polres OKU Timur agar diteruskan kepada pimpinan kepolisian.
Mereka meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pengeroyokan tersebut dan menindak semua pihak yang terbukti terlibat.
Fahmi juga turut mengapresiasi langkah cepat Kapolda Sumsel dalam menangani perkara tersebut.
Informasi mengenai penangkapan seseorang yang diduga sebagai provokator, menurutnya, menjadi langkah awal yang patut diapresiasi.
Namun, dia berharap penanganan perkara tidak berhenti pada satu orang saja. Aparat kepolisian diminta terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kami mendengar sudah ada yang ditangkap, diduga sebagai pelaku provokator. Kami mengapresiasi langkah tersebut. Namun, harapan kami, pengusutan jangan berhenti di satu titik. Semua pihak yang terlibat harus diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Wakapolres OKU Timur Kompol Hendri SH menyambut baik kedatangan para jurnalis.
Dia menegaskan, insan pers merupakan mitra strategis Polri dalam menjalankan tugas dan memberikan informasi kepada masyarakat.
“Polisi mendukung pers, pers adalah pendukung polisi,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan para jurnalis, termasuk terkait dugaan kekerasan terhadap wartawan di Palembang.
“Tentunya kami juga ikut prihatin atas peristiwa yang terjadi terhadap rekan-rekan di Palembang. Kami menerima silaturahmi rekan-rekan jurnalis dan akan menyampaikan aspirasi ini kepada pimpinan,” ujar Hendri. Rill/Prabu



