SUKSESKAN PROGRAM NASIONAL: Secara realita kasus stunting menjadi program nasional untuk mencegahnya, seiring dengan hal itu Camat Tugumulyo Sujatmiko dan jajaran serta para kepala desa dalam wilayah kecamatan tersebut bahu membahu mencegah kasus stunting sehingga berhasil menurunkannya secara signifikan. Tampak para peserta saat menghadiri Rakor Stunting.
SWARNANEWS.CO.ID, TUGUMULYO MUSI RAWAS—Membuktikan komitmennya untuk terus mencegah kasus stunting, berbagai langkah terus dilakukan oleh Camat Tugumulyo dan jajaran untuk mencegah kondisi buruk tersebut. Salah satunya dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) “Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) “, yang berlangsung di Kantor Camat Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan, Kamis (03/07/2025).
SOLID: Seluruh kepala desa di Kecamatan Tugumulyo solid untuk bergerak melakukan berbagai upaya untuk mencegah kasus stunting.
Hadir dalam àcara tersebut Camat Tugumulyo P. Sudjatmiko, S.Si, M.Si, didampingi Sekcam Santi Oktarina SE. M.Si, Kasi Kesos Minarsih, SM, Koramil Kapten Susanto, beserta Aipda Samsul, Kapolsek, Kanit Bimas Serka. Mahyudi, Korlap KB yang diwakili oleh Bety Lianasari, S. ST dan Afifah Izati, KUPT Puskesmas L Sidoharjo, KUPT Puskesmas C Nawangsasi, pendamping PKH ,seluruh kepala desa dan lurah di Kecamatan Tugumulyo.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kurang gizi kronis yang terjadi pada anak di bawah umur lima tahun, yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya.
Kondisi desa dan kelurahan tak jarang kasus itu terjadi seringkali dipicu oleh kemiskinan, kurangnya pengetahuan dan akses terhadap makanan bergizi, dan sanitasi dan jamban yang kurang sehat. Namun masalah stunting ini sudah menjadi masalah nasional yang ditangani langsung dari tiga kementerian yaitu kementerian Kesehatan ( Kemenkes), Kementrian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
SATUKAN PERSEPSI: Camat Sujatmiko saat memberikan arahan untuk menyatukan persepsi dalam mencegah kasus stunting.
Acara dipandu oleh Santi Oktarina, dengan melafazkan basmalah, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan dilanjutkan pengantar dari Santi Oktarina. Santi mengemukakan, apa yang dimaksud dengan stunting, resiko stunting, serta apa yang dimaksud dengan “Genting”, dan bagaiman kiat-kiat untuk pencegahan dari resiko stunting dan stunting, karena ini adalah masalah kita bersama-sama, ujarnya.
Untuk, marilah kita saling bahu membahu antar dinas terkait dan masyarakat dalam peningkatan pencegahan stunting, ajaknya dengan persuasif.
Camat Sudjatmiko dalam arahannya menyampaikan bahwa masalah stunting bukan hal yang biasa, sudah menjadi masalah nasional, untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045 , untuk itu masalah stunting harus benar-benar ditiadakan menjadi kondisi Indonesia bebas stunting.
Sudjatmiko juga menegaskan, karena masih ada masalah stunting di Kecamatan Tugumulyo, untuk itu pencegahan terus dilakukan dengan adanya “Genting” (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Seluruh kepala desa harus menjadi orang tua asuh untuk anak yang beresiko stunting dan anak stunting. Dengan cara memberikan bantuan semampunya kepada sasaran, jangan sampai memberikan bantuan tidak dimakan, jadi harus ditanyakan dulu, makanan apa yang mau dimakan. Karena kegiatan ini dipantau dari semua pihak, harus didokumentasikan sebagai laporan bahwa desa dan kepala desanya sudah memang benar-benar menjalankan kegiatan Genting ini dan harus “segera ” dilaporkan secara administrasi, ujarnya lantang.
Sedangkan Korlab Bety Liana melaporkan desa-desa yang masih mempunyai angka stunting dan resiko stunting sudah menunjukan angka penurunan, tapi bukan tidak mungkin bahwa angka itu akan naik jikalau tidak didukung dari kiat-kiat kita untuk pencegahan stunting lebih lanjut.
Bety juga melaporkan bahwa pemberian makanan yang bergizi itu sudah dilakukan dan disalurkan kepada desa-desa yang anaknya adalah sasaran.
DUKUNAN TRIPIKA: Serda Mahyudi dan Kapten Santoso sebagai 3 elemen pimpinan kecamatan dengan kompak memberikan dukungan kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
Di sisi lain Kapolsek Tugumulyo diwakili Kanit Bimas Serka Mahyudi dan Koramil Kapten Susanto dengan kompak mendukung kegiatan dan pelaksanaan kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini desa khususnya, kecamatan umumnya bahkan Indonesia bebas stunting.
Stunting sepertinya masalahnya bukan hanya kurang mampu, makanan tidak bergizi atau sanitasi yang buruk namun yang menjadi masalah adalah” pola asuh dari orang tua” yang tidak tepat, ujar Serka Mahyudi.
Senada dengan itu Kapten Susanto juga menyampaikan bahwa mengubah pola kehidupan dari adat ketimuran kita terkadang sangatlah susah, mengubah kebiasaan yang menyadari lingkungan kita harus bersih itu dimulai dari diri kita sendiri, itu juga sangat susah, jadi marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan kita tetap bersih dan asri sehingga terhindar dari segala macam penyakit termasuk “mencegah stunting”, tambahnya dengan tersenyum.
Acara berlangsung tertib dan lancer dan menjadi pijakan semangat oleh para peserta untuk benar-benar memerangi stunting sehingga akan diwujudkan penurunan angka stunting dengan signifikan.
Kontributor: Hosiaroba
Editor: Sarono P Sasmito


