TINGKATKAN MINAT BACA PERBAIKI LITERASI: Langkah itu yang dilakukan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Musi Rawas Sumarsono, SP, MM ditandai dengan acara Bedah Buku yang melibatkan berbagai kalangan di Gedung Perustakaan Daerah Musi Rawas Desa Trikoyo Tugumulyo Musi Rawas Sumsel, Kamis (10/7/2025)
SWARNANEWS.CO.ID, , MUSI RAWAS—Berbagai program dan gebrakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat terus dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsifan Kabupaten Musi Rawas. Salah satunya dengan menggelar acara Bedah Buku koleksi perpustakaan daerah diselenggarakan di gedung perpustakaan daerah di Desa F Trikoyo Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan, Kamis (10/07/2025).
PROSESI ACARA: Rangkaian acara bedah berlangsung khidmat dan antuasias dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua panitia hingga talkshow penulis dengan peserta semua.
Sesuai fungsinya perpustakaan merupakan sebuah wahana untuk menyimpan, mengelola, menyediakan akses keberbagai sumber informasi baik berbentuk cetak maupun digital untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian dan bertujuan untuk membantu dan mendukung proses pembelajaran , menyediakan akses informasi, melestarikan warisan budaya,dan meningkatkan minat baca masyarakat.
Memperkenalkan penulis-penulis dan cerita perjalanan penulis Beni Arnas dengan bukunya Dari Entikong Menyambangi Heidelberg Tiba di Temam” dan” Arman AZ dengan bukunya Batu Belah Batu Batakup”.
Acara dipandu oleh Nopriani dengan melafazkan basmalah, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Perpustakaan, Mars Musi Rawas Mantab dengan dirigen Novi dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Warsim.
Laporan dari Ketua Panitia Pelaksana, Kabid Pengembangan Perpustakaan Kabupaten Musi Rawas oleh Ekawati Nurfadila,SE,Ak,SH,MSM, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh hadirin lebih kurang 100 peserta terbagi menjadi dua sesi, terdiri dari 13 ibu literasi se-Kabupaten Musi Rawas, penggiat buku, mahasiswa Institut Teknologi Muhammadiyah Sumatera (ITMS), masyarakat umum berlangsung dua hari.
Ekawati Nurfadila juga menyampaikan,dengan dihadirkannya penulis dan buku ceritanya mudah-mudahan akan menambah wawasan, tentang kebudayaan dari Sabang sampai Merauke, tentang cerita lewat tangan penulis tersampaikan dengan pembaca lewat wadah yang dikenal dengan “Perpustakaan”, ujarnya sembari tersenyum
Kemudian arahan-arahan dari Lepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Musi Rawas,H.Sumarsono sekaligus membuka acara dan menyambut baik kegiatan ini.
Dia juga mengajak marilah kita ikuti kegiatan bedah buku yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, kita bisa mengenal kebudayaan kita melalui gemar membaca.
Membaca membuat kita mengerti dan memahami budaya lokal maupun internasional karena buku adalah” Jendela Dunia” dan tersedia di perpustakaan. “Sembari membacakan lapaz basmalah acara ini resmi saya buka,”ujarnya lantang.
Membaca buku itu tidak wajib bagi semua orang, membaca itu hanya wajib bagi orang yang ingin berdekatan dengan ilmu pengetahuan, tambahnya.
Seorang penulis nasional yang handal, Beni Arnas yang akrab dipanggil Bang Ben hadir langsung di acara bedah buku di perpustakaan daerah ini dengan membedah buku hasil karyanya “Dari Entikong Menyambangi Heidelberg Tiba di Temam”.
Beni Arnas menyampaikan membaca buku itu tidak wajib bagi semua orang, membaca itu hanya wajib bagi orang yang ingin berdekatan dengan ilmu pengetahuan. Salah satu orang yang ingin berdekatan dengan ilmu pengetahuan dengan membaca.
Dengan membaca buku kita tahu akan cerita yang disampaikan baik melalui cerita atau gambar yang ada di buku,di mana kita dapatkan wadah seperti membaca yaitu salah satunya di perpustakaan daerah, seperti judul bukunya Dari Entikong Menyambangi Heidelberg Tiba di Temam, itu salah satu bukunya yang merupakan koleksi perpustakaan nasional, perpustakaan nasional juga merupakan bagian dari perpustakaan daerah.
Bang Ben ternyata tidak puas dan merasa tidak bahagia ketika dia membaca walaupun dia tidak bisa membaca, tidak puas dan bahagia juga ketika mengajar membaca walaupun dia tidak bisa membaca, dan tidak puas dan bahagia juga ketika bisa membaca dan mengajar membaca, namun yang membuatnya puas dan bahagia ketika orang bisa membaca buku dan hasil karyanya dan banyak ilmu yang didapat dan bermanfaat bagi orang banyak.
Seorang peserta tampak senang sekali ketika bisa bertemu langsung dengan seorang penulis handal,penulis nasional yang sangat menginspirasi bagi seorang pemula.
sudah tidak zamanya lagi, sekarang sudah zaman milenial, di mana membaca itu sudah terkalahkan dengan menonton yang terkadang sudah menjadi tuntunan.
Bang Ben berbagi dengan cara mengajar atau menyampaikan suatu cerita itu harus pegang buku dengan kita baca buku atau pegang buku itu lama-lama orang akan terbiasa untuk membaca dan menirukan bercerita dengan cara pegang buku, lama- lama akan candu juga untuk pegang buku dan akhirnya baca karena “tindakan itu lebih baik dari kata-kata”, ujarnya lantang.
Di samping itu letakkanlah buku itu di tempat yang mudah terjangkau, jangan buku itu disimpan untuk jadi pajangan. Buku itu untuk dibaca dengan tempat yang mudah terjangkau mempermudah kita untuk membacanya.
Laporan Wartawan: Hosiaroba
Editor: Sarono P Sasmito


