SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU – Innailaihi wa innailaihi rojiun, berita duka kembali menerpa keluarga besar pewarta di Bumi Silampari (Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara, red), atas meninggalnya sosok jurnalis aktif dan cukup senior Amsul Effendi bin Muhammad Amin, Rabu (8/10/2025).
Dalam suasana duka ini Wali Kota Lubuklinggau, H Rachmad Hidayat hadir dan langsung memimpin upacara pelepasan jenazah jurnalis Almarhum Amsul Effendi bin Muhammad Amin, Rabu (8/10/2025).
Terpantau oleh awak media orang nomor satu di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan tersebut hadir di kediaman Almarhum Amsul Effendi yang beralamat di Jalan Kenanga I Lintas, RT 11 Kelurahan Kenanga Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau Rabu (8/10/2025) sekira pukul 11.30 WIB.
Sekilas informasi bahwa Amsul Effendi adalah sosok wartawan aktif dan cukup senior di kota Lubuklinggau dan sekitarnya.
Terakhir profesi wartawan dilakukan mendiang Amsul Effendi di media online Sumateranews.com., dengan wilayah liputan di Kota Lubuklinggau l, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Diketahui Amsul Effendi menghembus nafas terakhirnya di RS Ar-Bunda Lubuklinggau setelah menjalani perawatan selama 3 hari.
Suasana duka ini terasa sedih mendalam bagi kedua anak, keluarga serta para sahabatnya lantaran genap 40 hari lalu istri Amsul, Suaebah binti Salim juga meninggal.
“Nanti malam acara doa dan takziah hari pertama bagi Kak Amsul dan 40 hari untuk almarhum Yuk Suaebah binti Salim,” kata Syaribudin Amin merupakan adik kandung almarhum Amsul Effendi kepada awak media Swarnanews.co.id di sela-sela shalat jenazah.
Wali kota Lubuklinggau, H Rachmad Hidayat alias Yopi Karim menceritakan kepada para pentakziah bahwa almarhum sesungguhnya tidak sakit, 4 hari lalu almarhum Amsul ada makan mie, dan saat makan beliau seakan melihat istrinya dan lalu jatuh sakit.
“Yang namanya maut, rezeki, jodoh adalah kewenangan dan kuasa Allah SWT. Untuk itu kita hanya mampu mendoakan almarhum dan juga almarhumah istrinya agar berjumpa di alam kubur dan akhirat kelak, keduanya berbahagia mendapatkan ridho Allah SWT,” ungkap Yopi.
Yopi juga mengajak para pentakziah mengantarkan almarhum Amsul hingga ke liang lahat dan berkenan hadir dalam rangkaian acara doa takziah baik pada malam pertama nanti yang juga sekaligus 40 hari meninggalnya istri Amsul yaitu almarhumah Suaebah binti Salim juga malam-malam doa berikutnya.
Kegiatan pelepasan jenazah Amsul Effendi ini ditutup dengan doa yang juga dipimpin oleh Walikota Lubuklinggau H Rachmad Hidayat.
Almarhum Amsul Effendi dimakamkan persis disisi makam istrinya Suaebah binti Salim, dan Tempat Pemakaman Umum (TPU)nya pun persis berada di belakang rumah pribadi kediaman Amsul ketika hidup. Selamat jalan Amsul Effendi, pewarta aktif dan tangguh dari Bumi Silampari. (*)
Teks dan Editor: Rehanudin Akil, SH


