Beranda Ekonomi CMSE 2025 Dibuka, Pasar Modal Juga Tempat Ruang Tumbuh Bagi UKM

CMSE 2025 Dibuka, Pasar Modal Juga Tempat Ruang Tumbuh Bagi UKM

71
0
Direktur Utama BEI Iman Rachman bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi membuka kegiatan CMSE 2025 di main hall BEI Jakarta

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA – Kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025,  resmi dibuka hari ini, Jumat 17 Oktober 2025 di Jakarta. Kegiatan rutin tahunan yang diadakan PT Bursa Efek Indonesia bersama SRO (Self Regulatory Organization) tahun ini mengambil tema Pasar Modal untuk Rakyat: Satu Pasar Berjuta Peluang. Salah satu tujuannya menjadikan pasar modal menjadi ruang tumbuh bagi Usaha Kecil Menengah (UKM).

Direktur Utama BEI Iman Rachman, dalam sambutannya mengatakan kalau CMSE 2025 bertujuan untuk mendekatkan pasar modal dengan masyarakat.

“Pasar modal Indonesia bukan hanya milik kalangan tertentu, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia. Satu pasar modal mampu membuka berjuta peluang, mulai dari investasi bagi masyarakat, pendanaan bagi perusahaan, hingga pertumbuhan ekonomi bangsa,” ujar Iman dalam sambutannya yang disiarkan melalui akun Youtube Stock Exchange Indonesia, Jumat (17/10/2025).

Ia menyebut sampai dengan 16 Oktober 2025, jumlah investor yang ada di pasar modal menyentuh 19 juta investor. Dengan sekitar 6 juta di antaranya adalah investor saham.

Angka ini akan terus bertambah seiring dengan bergeraknya perekonomian dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Melalui CMSE, kami ingin menegaskan bahwa pasar modal Indonesia adalah milik rakyat. Siapa pun dapat berpartisipasi, mulai dari modal kecil, asalkan dengan pengetahuan dan tanggung jawab investasi yang benar,” tambah Iman.

Acara CMSE 2025 sendiri diselenggarakan selama 2 hari, Jumat – Sabtu, 17-18 Oktober 2025 di Main Hall BEI Jakarta.

CMSE 2025 menghadirkan enam sesi seminar, podcast, serta lebih dari 80 booth dari pelaku industri dan UMKM. Juga menghadirkan tokoh masyarakat dan artis sebagai pembicara serta tokoh-tokoh lintas agama untuk sesi talk show dan edukasi.

“Kita tidak hanya mengundang tokoh masyarakat untuk kegiatan seperti seminar, talk show, podcast. Namun juga ada pemuka agama, habib, pendeta, dan moderator datang dari masyarakat indonesia,” kata dia.

Besok, Sabtu 17 Oktober 2025 akan dikuncurkan produk Wakaf Berbasis Saham bersama Menteri Agama, serta dilanjutkan dengan Seminar Pasar Modal Syariah bersama perwakilan dari pengurus besar serta pengurus pusat dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Pada acara penutupan akan hadir penyanyi Judika.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi menyebut pasar modal adalah ruang ekonomi bersama, dimana setiap warga punya kesempatan yang sama untuk berpartisipasi memberi kontribusi untuk kemajuan Indonesia.

Dalam momentum 48 tahun diakifkan kembali pasar modal Indonesi, pasar modal tetap menunjukkan ketangguhn kemampun beradaptasi dan optimisme tinggi untuk terus bertumbuh.

Hingga 16 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 14,76 persen secara year to date (YTD) ke level 8.124.

Sementara Nilai kalitalisasi pasar saham Indonesia sampai dengan 16 Oktober 2025, Rp15.227 triliun. Atau setara dengan 68,78 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Angka tersebut telah mendekati target roadmap kita, kalau kita ingat, roadmap kita itu adalah 2023-2027 itu adalah 70 persen. Mudah-mudahan pada saatnya akan mencapai target kita,” kata Inarno Djajadi.

Ia menambahkan, penghimpunan dana di pasar modal juga tetap terjaga dengan baik. OJK telah menerbitkan 161 pernyataan efektif atas emisi efek dengan total nilai mencapai Rp189,6 triliun hingga pertengahan Oktober 2025.

Selain itu, Securities Crowdfunding (SCF) juga berperan besar dalam mendukung pendanaan bagi usaha kecil dan menengah. Total dana yang berhasil dihimpun melalui skema ini mencapai Rp1,72 triliun yang berasal dari 912 penerbit efek.

Dari sisi partisipasi investor, Inarno menyebutkan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai hampir 19 juta per 15 Oktober 2025. Angka tersebut mendekati target roadmap 2027 sebesar 20 juta investor.

Inarno juga menyampaikan pesan Menkeu untuk pasar modal Indonesia, pentingnya pemberdayaan masyarakat terhadap pasar modal, dan menjaga transaksi pasar modal berjalan teratur dan efisien.

“Untuk itu OJK menjalankan fungsinya sebagai pengawasan dan deteksi dini transaksi tak wajar. Juga akan diperkuat aparat penegak hukum dan mengawasi perlindungan optimal mencegah terjadinya manipulatif,” kata dia. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini