Beranda Lubuklinggau Pesan Moral Penting Prof. Dr. Abdur Razzaq, MA, Penyebab Umat Muslim Tertinggal

Pesan Moral Penting Prof. Dr. Abdur Razzaq, MA, Penyebab Umat Muslim Tertinggal

108
0
Wakil Koordinator Wilayah VII Kopertais (Wilayah Sumbagsel), Prof.Dr. H. Abdur Razzaq, M.A., saat menyampaikan orasi ilmiah yang mengandung pesan moral serta motivasi di hadapan peserta Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAI BS) Lubuklinggau, di Ballroom sebuah hotel bintang empat di Kota Lubuklinggau. Foto dan reporter: Rehanudin Akil, SH, Swarnanews.co.id, Kamis (23/10/2025).
  • Pesan disampaikan dalam sidang terbuka Senat STAI BS Lubuklinggau dan Wisuda

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU – Prof. Dr. Abdur Razzaq, M.A., dalam sambutannya sebagai Wakil Koordinator Kopertais Wilayah VII, memberikan motivasi terhadap seluruh dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAI BS) Lubuklinggau bahwa fungsi dosen bukan hanya berperan sebagai pengajar dan pendidik dalam proses transfer ilmu pengehuan, tetapi juga di antaranya sebagai peneliti yang nantinya hasil penelitiannya akan disebarkan dalam bentuk jurnal dan akan memberikan kontribusi keilmuan di tengah masyarakat, Jumat (24/10/2025)

Pesan moral dan motivasi penting itu disampaikan sosok guru besar UIN Raden Fatah Palembang, dalam forum Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAI BS) Lubuklinggau yang digelar di ballroom salah satu hotel bintang empat di Kota Lubuklinggau, Kamis (23/10/2025).

Pada momen tersebut Prof. Abdur Razzaq juga memberikan motivasi umum kepada seluruh hadirin tentang pentingnya ummat Islam mengembalikan kejayaan Islam dengan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan As Sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan orasinya berangkat dari keluhan seorang ulama bernama Syaikh Abdul Qadir Audah tentang kegelisahannya mengapa Ummat Islam hari ini tidak maju, menjadi pengkonsumsi peradaban dan tertinggal di bidang Ilmu Pengetahuan dan lainnya, jawabannya adalah karena “Islam berada di persimpangan antara kejahilan ummatnya dan kelemahan ulama-ulamanya”, papar Prof. Abdur Razzaq.

Prof. Abdur Razzaq juga memaparkan bukti-bukti ketertinggalan ummat Islam berdasarkan research dua orang Profesor Muslim dari George University yang pernah menyebarkan angket di 208 negara di dunia tentang negara manakah di dunia ini yang mengamalkan nilai-nilai Islam.

Hasilnya sangat mengejutkan karena ternyata justru yang mengamalkan nilai-nilai Islam adalah mayoritas negara-negara non Muslim. Sebagai contoh tentang konsep kebersihan.

“Islam sangat menekankan tentang konsep kebersihan. Dalilnya banyak yang hafal dari mahfudzot, An Nadzoofatuh minal iimaan (Kebersihan adalah sebagian dari Iman),” tegas Prof Abdur Razzaq.

Negara manakah yang justru mengamalkan konsep ini, ternyata negara Jepang yang mayoritas beragama Shinto. Di banyak negara muslim khususnya di negara kita justru banyak yang terbiasa buang sampah sembarangan. Sering kita lihat mobil mewah ketika buka kaca melempar kulit pisang, botol minuman, puntung rokok dan lain-lain.

Kemudian, dari konsep menghargai waktu. Islam menekankan pentingnya menghormati dan menghargai waktu. Bahkan dalil dari Al-Qur’an banyak ditemukan, Allah bersumpah tentang waktu. Tetapi yang mengamalkan justru kebanyakan negara non Muslim.

Juga tentang konsep tabdzir. Allah sangat membenci mubadzir sampai disebutkan di dalam al-Qur’an sebagai perbuatan berteman dengan syetan (QS Al-Isra Ayat 26-27). Namun kenyataannya negara yang justru mengamalkan adalah negara Jerman. Justru negara kita Indonesia yang mayoris muslim memperoleh peringkat negara paling mubazdzir karena rakyatnya paling sering dan paling banyak membuang-buang makanan.(*)

Editor: Rehanudin Akil, SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini