Beranda Lubuklinggau Memaknai HUT ke 24 Kota Lubuklinggau

Memaknai HUT ke 24 Kota Lubuklinggau

151
0
Dr. Maidi M. Iman, M.Si, foto: ist, editor dan reporter: Rehanudin Akil, SH, SWARNANEWS.CO.ID, Senin (27/10/2025).

Oleh : Dr Maidi M. Iman, M.Si., ASN Bapenda Kota Lubuklinggau.

SWARNANEWS.CO.ID, LUBUKLINGGAU – Momentum hari ulang tahun atau hari kelahiran merupakan hari yang membahagiakan, karenanya sering seseorang, atau komunitas tertentu merayakan peristiwa bersejarahnya itu.

Memperingati peristiwa bersejarah bagi seseorang, organisasi, negara sesuatu adalah  baik (makruf). Untuk menyebut peristiwa bersejarah tersebut masing-masing berbeda cara melafazkannya.

Umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan istilah Maulid Nabi, Muhammadiyah menyebutnya dengan sebutan milad, Nahdatul Ulama dengan Hari Lahir (Harlah) Pelajar Islam Indonesia dengan istilah Hari Bangkit (Harba), pada setiap 17 Agustus adalah milik  Bangsa Indonesia, yang biasa disebut HUT Kemerdekaan RI atau Hari Kemerdekaan. Masih banyak lagi yang lainnya, namun intinya memperingati hari bersejarah.

Ulang Tahun Kota Lubuklinggau diperingati setiap tanggal 17 Oktober. Kota ini resmi berdiri sebagai pemerintahan kota pada 17 Oktober 2001, berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2001. Artinya per tanggal 17 Oktober 2025 ini, usia Kota Lubuklinggau sudah 24 tahun.

Pada perspektif manusia, usia 24 tahun berarti berada di akhir masa remaja akhir atau awal masa dewasa muda, sebuah periode transisi penting untuk pengembangan diri dan eksplorasi masa depan. Pada usia ini, otak secara anatomis masih menyelesaikan pembentukannya, khususnya di bagian depan yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan.

Sejarah Singkat Kota Lubuklinggau Wilayah ini sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Pada tahun 1929, Lubuklinggau telah menjadi ibu kota Marga Sindang Kelingi Ilir, menunjukkan peran administratif yang penting sejak awal.

Secara historis, Lubuklinggau memiliki keterkaitan erat dengan Kerajaan Pasemah dan dikenal sebagai jalur perdagangan strategis di masa kolonial.

Meskipun tergolong kota baru secara administratif, pertumbuhan Lubuklinggau sangat pesat, baik dari segi ekonomi maupun kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Lubuklinggau, pemerintahannya sibuk mengisi kegitan dengan program yang bermanfaat bagi ASN Kota Lubuklinggau dan warganya.

Wali Kota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat memberi hadiah bagi warganya bahwa PBB/Pajak Bumi dan Bangunan (P2) dari nominal Rp150.000,- ke bawah digratiskan oleh pemerintah, pemberian tali asih kepada petugas penggali makam/kuburan, petugas marbot masjid, petugas pengurus jenazah semuanya dibayar.

Lalu di bidang olahraga kegiatan kompetisi antar perangkat daerah digelorakan. Pun demikian dalam bidang seni, mulai dari karnaval, pesta rakyat dan ditutup dengan tausiyah oleh Ustadz Dr Ustaz Das’ad Latief.

Usia kota lubuklinggau 24 tahun, suatu usia yang mulai beranjak dewasa, sudah memulai menunjukkan jatidirinya, H Rachmat Hidayat merupakan Walikota yang ketiga.

Dan setiap wali kota memiliki karakternya masing-masing, baik dan tidak suatu karakter pemimpin maka rakyatnyalah yang menilai.

Pembangunan suatu pemerintahan merupakan pekerjaan berkesinambungan sehingga masyarakat akan menjadi penikmat kue pembangunan sekaligus menjadi hakim umum kinerja suatu pemerintahan. Tugas Pemerintah itu adalah Governance/palayan terbaik bagi warganya.(*)

Editor: Rehanudin Akil, SH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini