Home Palembang Inovasi Air Bersih Technology Filtrasi Bebaskan Desa Sungai Batang dari Air...

Inovasi Air Bersih Technology Filtrasi Bebaskan Desa Sungai Batang dari Air Tercemar

102
0

Swarnanews.co.id-Banyuasin, 16 Desember 2025 – Akses terhadap air bersih yang aman dan layak kini menjadi kenyataan bagi warga Desa Sungai Batang, Pulau Borang, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Melalui sebuah inisiatif pengabdian kepada masyarakat, program edukasi dan implementasi teknologi filtrasi air sungai berhasil mengubah air Sungai Musi yang keruh menjadi layak pakai.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan dilaksanakan pada 6 Desember 2025 , dengan melibatkan Tim Pengabdian Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya, bekerja sama dengan mitra lokal Relawan Gesit Palembang.

Desa Sungai Batang memiliki karakteristik geografis yang unik , dikelilingi oleh Sungai Musi, yang menjadi sumber utama air bagi masyarakat.

Namun, kualitas air sungai yang digunakan sangat buruk—keruh akibat sedimentasi, limbah domestik, dan aktivitas manusia, tampak berwarna dan berbau —menyebabkan keterbatasan akses terhadap air bersih, aman, dan layak.

Tantangan lainnya adalah akses menuju desa yang cukup sulit karena hanya dapat dijangkau menggunakan perahu kecil yang menyeberangi Sungai Musi. Kondisi ini menambah kesulitan dalam penyediaan solusi air bersih yang memadai.

Solusi yang ditawarkan adalah implementasi sistem filtrasi air sungai yang sederhana, efektif, dan berkelanjutan. Teknologi penyaringan ini menggunakan material lokal seperti karbon aktif, zeolit, pasir silika, dan kerikil.

Tim pelaksana memutuskan untuk memasang dua unit penyaringan air di titik-titik utama yang memiliki intensitas penggunaan tinggi:
1. Sekolah
2. ⁠Masjid (atau Mushola, merujuk pada konteks fasilitas umum dan keagamaan)

Pemilihan lokasi tersebut ditentukan oleh tingginya intensitas penggunaan air bersih, diharapkan dapat meningkatkan kualitas air yang digunakan.

Selain pemasangan teknologi, program ini juga berfokus pada pelatihan dan edukasi. Sebanyak 20 warga desa telah dilatih dan mampu menguasai teknik penyaringan air secara efektif. Pelatihan ini mencakup cara merakit, mengoperasikan, dan memelihara perangkat penyaringan.

Hasil implementasi menunjukkan peningkatan yang signifikan: kondisi fisik air tidak lagi keruh atau berubah warna , sehingga secara fisik cocok untuk penggunaan rumah tangga dan sebagai sumber air baku.

Meskipun sistem filtrasi berhasil menjernihkan air, tim pelaksana menekankan bahwa untuk menjamin keamanan mikrobiologis, air yang disaring tetap harus direbus hingga mencapai suhu 100
∘C sebelum dikonsumsi. Langkah ini sangat penting untuk menjamin penghapusan bakteri yang tersisa.

Program keberlanjutan juga mencakup pelatihan tentang prosedur pemeliharaan, seperti Backwash (proses pembersihan media filter dengan membalikkan aliran air) dan Drain (tahap untuk membuang sisa kontaminan dari filter) , yang dilakukan secara berkala.

Hal ini memastikan masyarakat mampu menjaga fungsionalitas alat filtrasi secara mandiri tanpa ketergantungan eksternal.

Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 6 tentang akses air bersih dan sanitasi serta Tujuan 13 tentang aksi iklim melalui teknologi berkelanjutan.

Diharapkan, kemandirian dalam pengelolaan air bersih ini akan terus meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Batang.(*/Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here