SWARNANEWS.CO.ID, LAHAT – Estimasi produksi ikan di Kabupaten Lahat pada tahu 2026 meningkat drastis dari tahun sebelumnya, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat, Marully,S.St.Pi, dalam rapat TPID Lahat, Kamis (5/3/2026).
Dalam paparannya, Marully menerangkan bahwa pada tahun 2024, produksi ikan sebanyak 6.428,65 ton, Impor ikan sebanyak 11.184,58 ton dan konsumsi ikan sebanyak 17.163,23 ton.
Pada tahun 2025, lanjutnya, produksi ikan sebanyak 6.945,58 ton, impor ikan sebanyak 11.038,31 ton dan konsumsi ika sebanyak 17.983,89 ton.
Sementara itu, untuk estimasi Produksi ikan tahun 2026 yakni, ikan lele sebanyak 17.389,58 ton, ikan nila 2.698,55 ton , patin 223,25 ton, ikan mas 1.628,15 ton dan jenis ikan tawar lainnya sebanyak 2.708,33 ton dengan total produksi ikan sebanyak 24.647,86 ton.
“Dalam estimasi ini, inflasi ikan meningkat dari tahun sebelumnya,” terang Marully.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih,SH.,MH menegaskan jangan sampai program banyak, tapi pusat tidak mengetahui, mengingat banyak dana yang digelontorkan baik dibidang pertanian, perikanan dan yang lainnya.
Dijelaskannya juga, konsumsi ikan ini banyak di Lahat, karena produksi yang dihasilkan tak sebanding dengan konsumsi maka impor dari daerah lain.
Dengan impor yang sangat tinggi, maka program Bupati merevitalisasi balai ikan untuk meningkatkan produksi ikan sehingga tidak tergantung dengan daerah lain.
Lebih lanjut Widia Ningsih menyampaikan, Tahun 2026 produksi ikan harus surplus jangan minus, karena dana sangat besar digelontorkan ke dinas perikanan.
“Jangan hari ini produksi minggu depan baru produksi lagi, akan tetapi harus tiap hari suplay ke pasar,” sambungnya.
“Ayolah kepada seluruh OPD, mari berinovasi untuk memajukan Kabupaten Lahat. Jangan hanya diam, sehingga kedepan anggaran tidak ditempatkan yang salah,” ajaknya. */Jumra





