SWARNANEWS.CO.ID, LAHAT – Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Lahat secara langsung menggelar forum konsultasi publik dalam menyusun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2027.
Dalam RKPD ini, permasalahan sampah hingga anak jalanan (anjal) dan tunawisma di Kabupaten Lahat.
Dalam diskusi tersebut, Ketua PD ‘Aisyiyah Lahat dr. Laela Cholik menanyakan bagaimana pengusulan beasiswa untuk anak Panti Asuhan dan sampah yang menjadi momok saat ini, terutama Jalinsum Lahat – Pagar Alam.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial menjelaskan bahwa, beasiswa anak panti asuhan yang kedepan akan disinergikan dengan dinas sosial, dimana untuk persyaratan yang utama masuk dalam beasiswa ini ialah desil 1 sampai dengan 5, berumur maksimal 21 tahun dan menjadi mahasiswa aktif di Universitas Negeri dan UT.
Selain itu, mengenai sampah dijalan terutama jalan lintas Kabupaten Lahat menuju Kota Pagar Alam atau tepatnya dari Desa Muara Siban menuju Kecamatan Gumay Ulu yang selalu menumpuk.
Menanggapi hal ini, Sekretaris DLH Verry Arisandi menjelaskan bahwa permasalahan sampah memang masih membutuhkan penanganan serius dan kesadaran dari masyarakat.
Untuk yang diluar Kota Lahat, pihaknya menyadari kalau kendaraan, SDM dan BBM masih kurang. “Inilah yang kami mohonkan kepada Pemkab agar dapat memenuhi kebutuhan DLH khususnya dibidang sampah,” ujarnya.
Terhusus untuk anak jalanan (Anjal), tunawisma. Pihak Dinas Sosial meminta agar menghadirkan atau mendirikan rumah singgah minimal selter untuk mereka sebagai tempat asessmen bagi kelompok rentan tersebut.
“Kami juga meminta kepada Forum CSR untuk mendengarkan dan mengabulkan apa yang menjadi permintaan kami saat ini,” pintanya.
Menjawab permintaan rumah singgah, wakil Ketua Forum CSR menanggapi bahwa tentang rumah singgah dan selter. Pihaknya saat ini sudah ada tanah namun belum ada fasilitas untuk asesmen. Kedepan akan disampaikan kepada Ketua Forum CSR untuk menindaklanjuti ini.
*Wakil Bupati Lahat, Tanggapi Semua Usulan
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih,SH.,MH memberikan solusi mengenai sampah dengan meningkatkan pengangkutan sampah yakni dengan mendirikan TPA ditiap kecamatan yakni TPA terpadu.
Selain itu, untjk Sekolah Inklusi, dirinya menganggap sekolah inklusi ini memang penting, dimana di Lahat ini SLB hanya satu, lalu bagaimana mengatasi pendidikan bagi anak inklusi di Desa.
Untuk itulah kalau bisa setiap sekolah memberikan satu ruangan untuk anak-anak berkebutuhan khsusus, minimal 1 Kecamatan 1 SLB.
“Di Merapi itu sudah ada, akan tetapi SDM atau tenaga pendidiknya tidak atau belum ada,” jelasnya.
Sementara itu, untuk program beasiswa, sekolahnya harus Universitas Negeri, IPK harus meningkat minimal 3.0, dan berada di desil 1 hingga desil 5.
Mengenai sampah, dengan tegas Widia Ningsih menyampaikan bahwa setiap kecamatan ada tempat Pengolahan Sampah 3R. Reduce, Reuse and Recycle.
“Untuk rumah singgah dan selter, dirinya menyampaikan bahwa pemkab akan selalu memasukan proposal ke CSR PTBA, tentunya ini untuk memajukan Kabupaten Lahat untuk mewujudkan Cita-cita Bupati dan Wakil Bupati Lahat yakni Menata Kota Membangun Desa,” tutupnya.
Hadir dalam giat ini, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih,SH.,MH, Wakapolres Lahat Kompol Liswan Nuehapis,SH., perwakilan Kejari Lahat, perwakilan Pengadilan Agama Lahat, perwakilan Pengadilan Negeri Lahat, Kepala Bappeda, seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah, Ketua Forum Kades, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, OKP, dan tamu undangan lainnya. */Jumra





