GIGIH BANGKITKAN SEMANGAT LITERASI: Perpustakaan Daerah Kabupaten Ogan Ilir di bawah pimpinan Dr. Siska Susanti, M.Kes gigih terus membangkitkan semangat literasi. Salah satu diantaranya dengan menggelar Lomba Video Konten Literasi yang pengumuman para pemenangnya diselenggarakan di aula Perpusda OI di KPT Tanjung Senai Indralaya Ogan Ilir Sumsel, Selasa (30/6/2026). Tampak para pemenang diabadikan pada momen tersebut.
SWARNANEWS.CO.ID, INDRALAYA—Setelah melalui berbagai tahapan demi tahapan, Perpustakaan Daerah Kabupaten Ogan Ilir (OI) sukses menggelar Lomba Video Konten. Hingga pada tahap penjurian dan pengumuman pemenang di aula perpustakaan daerah di Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Indralaya Ogan Ilir Sumsel, Selasa (30/6/2026).
Hadir pada kesempatan itu Kepala Perpusda Kabupaten OI, dr. Siska Susanti, M.Kes, Kepala Bidang Perpustakaan Rully Mulyani, Ssos, para juri lomba Dr. H Muhsin Abdullah,ST, MT, MM mantan sekda sekaligus pegiat video konten, Sarono P Sasmito, SPd Jurnalis dan pegiat literasi dan Yeni Eva Yanti, SE, M.Si sekretaris Diskominfo, para pegawai perpusda, serta puluhan peserta lomba.
Acara yang dipandu salah seorang staf Perpusda dimulai dengan melafalkan basmallah. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Perpustakaan. Setelah itu laporan sekaligus sambutan dari dokter Siska. Beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran undangan dan peserta pada acara pengumuman hasil penjurian dan pemberian hadiah saat itu. Kepada para peserta terima kasih atas partisipasinya.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk terus membangkitkan semangat berliterasi bagi masyarakat. Kemudian menjadikan peserta makin kreatif untuk menghasilkan video konten yang bermutu. Untuk menghasilkan produk seperti itu pihaknya juga sudah memberikan pembekalan kepada peserta dengan mendatangkan nara sumber yang ahli dalam bidang tersebut. Kegiatan ini dikuti oleh 27 peserta dari Ogan Ilir dengan skala umur 17 hingga 35 tahun. Mereka mengirimkan satu video yang kemudian dilakukan penilaian oleh para dewan juri yang berkompeten, jujur dan independen.
“Kami harapkan yang sudah berhasil menjadi juara akan makin memacu semangat untuk menghasilkan produk video konten yang bermutu. Sedangkan yang belum berhasil menjadikan momen tersebut untuk saling jadi cermin di mana kekurangannya dan terus memperbaikinya sehingga diharapkan nantinya akan menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Usai itu dilakukan penjelasan kriteria penilaian oleh Dr Muhsin Abdullah serta penjelasan teknis lainnya sehingga diperoleh susunan peringkat para juara berdasarkan bobot dan skor yang diperoleh.
“Teruslah berkarya sebab selain menjadi ajang kreatifitas video konten ini menjadi pemasukan tersendiri pada para youtuber,” ujar penyandang doktor bidang teknik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makasar Ujung Pandang ini.
PROSESI PEMBERIAH HADIAH: Setelah melalui penilaian yang objektif, adil dan jujur oleh para Dewan Juri dilakukan penyerahan hadiah kepada Juara 1, 2 dan 3 di momen tersebut.
Kemudian dilanjutkan pengumuman para pemenang oleh Sarono P Sasmito. Setelah melalui penilaian para dewan juri berhasil menjadi Juara 1 M Rachel Ajid Baysuhaq dengan video berjudul Dari Perpustakaan, Lahir Masa Depan dengan total nilai rata-rata 90.00 mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 5juta, kemudian Juara Kedua Olivia Wisepti Pratama dengan video berjudul: Literasi Budaya, Menelusuri Warisan Ogan Ilir dengan skor nilai rata-rata 89, 75 mendapatkan piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 4 juta. Sedangkan posisi juara ketiga berhasil diraih oleh Mutiara Karmila dengan video berjudul : Cerita yang Belum Kami Kenal dengan skor nilai rata-rata 86, 50 memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 3 juta.
Selain ketiga juara utama tersebut juga dinobatkan tujuh video terbaik yang berhasil diraih oleh Dyah Regina Angelia Bayani dengan judul Dari Selembar Brosur, Menuju Keindahan Ogan Ilir; Amiruddin dengan video berjudul Dari Warisan Lokal Menuju Generasi Digital; Al Jaza Al Aufa dengan video berjudul Film Pendek Literasi Budaya membaca Kabupaten OI Sumsel, M Fachry Alhabsi “Merangkai Jejak, Menumbuhkan Literasi”; Khoirun Nissa Putri “ Menjaga Budaya OI Melalui Literasi; Depita Sriyanti “Kemplang Tunu: Api yang Menjaga Warisan”; dan Lilis Suryani “Menguatkan Budaya Baca dan Literasi Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Kabupaten OI. Ketujuh orang tersebut juga memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp 1 Juta.
Berdasarkan analisa ketiga dewan juri secara keseluruhan, proses penilaian video konten literasi tahun ini memberikan gambaran yang sangat positif mengenai antusiasme dan kreativitas para peserta. Video-video yang dikirimkan menunjukkan bahwa literasi bukan lagi sekadar kegiatan membaca yang kaku, melainkan sebuah gagasan dinamis yang bisa dikemas secara menarik secara visual.
Sedangkan beberapa poin penting hasil refleksi dan rangkuman penilaian meliputi: Pertama, Inovasi Konten dan Keberagaman Tema. Para peserta berhasil menerjemahkan tema besar literasi ke dalam ide-ide cerita yang segar dan bervariasi. Inovasi konten yang dihadirkan sangat kuat dan terbagi ke dalam tiga sub-tema utama:
Dampak Hadirnya Perpustakaan: Menyoroti peran vital perpustakaan bukan hanya sebagai tempat menyimpan buku, melainkan sebagai ruang publik yang hidup dan menggerakkan komunitas; Budaya Baca untuk Kesejahteraan: Menggambarkan dengan apik bagaimana peningkatan budaya baca berbanding lurus dengan bertambahnya pengetahuan yang pada akhirnya mampu mendongkrak kesejahteraan hidup masyarakat; Literasi Budaya (Kearifan Lokal): Mengangkat nilai-nilai lokal dan tradisi secara visual, membuktikan bahwa literasi juga menjadi alat perawat memori kolektif bangsa dan identitas daerah.

Panitia, dewan juri dan semua peserta melakukan selebrasi atas tersenggalaranya kegiatan tersebut.
Kemudian berkaitan dengan Struktur Penceritaan (Storytelling) yang Efektif. Dari segi eksekusi materi, video yang masuk sangat bermacam-macam gayanya. Namun, poin plus diberikan kepada para peserta yang sudah memahami teknik storytelling modern. Banyak video yang secara cerdas menerapkan struktur: The Hook: Pembukaan yang kuat di beberapa detik pertama untuk memancing rasa penasaran penonton; The Body: Penyampaian isi, argumen, dan alur cerita yang runtut serta tidak monoton; Call to Action (CTA): Ajakan di akhir video yang persuasif untuk mulai bergerak dan mencintai dunia literasi.
Di sisi para juri memberikan Catatan Penting dan Evaluasi Teknis Peserta. Meskipun secara kreativitas patut diacungi jempol, ada beberapa kendala teknis penting yang perlu ditekankan dan menjadi pelajaran bersama untuk kompetisi ke depan yakni: Kualitas Audio dan Kejelasan Suara: Juri menemukan cukup banyak video yang aspek audionya kurang maksimal. Beberapa masalah utama meliputi volume voice over (pengisi suara) yang tertutup oleh musik latar (backsound), adanya noise (desis/gangguan) di latar belakang yang mengganggu, serta artikulasi penyampaian pesan yang kurang terdengar jelas. Aspek audio sangat krusial agar pesan literasi dapat ditangkap dengan baik oleh penonton.
Resolusi dan Ketajaman Video: Beberapa karya yang dikirimkan masih memiliki resolusi video yang rendah atau kurang jelas (buram/pecah). Di era digital saat ini, standar visual yang jernih sangat penting demi kenyamanan menonton dan menjaga estetika karya. Diharapkan ke depannya peserta lebih memperhatikan pengaturan ekspor video minimal pada resolusi High Definition (HD).
Kemudian dukungan Durasi Minimal (3 Menit): Sesuai dengan syarat dan ketentuan, video wajib berdurasi minimal 3 menit. Kami mengapresiasi kesadaran peserta yang sebelumnya sempat mengirimkan video di bawah 2 menit namun bergerak cepat untuk mengunggah ulang (re-upload) video yang sesuai ketentuan.
Hal lain yang menjadi penilaian Akurasi Tautan (Link) YouTube: Ditemukan beberapa kasus di mana tautan YouTube yang dikirimkan salah atau rusak (broken link), sehingga menghambat proses penilaian awal. Di sisi lain ada juga Akses Google Drive yang Terkunci (Diprivat): Ini merupakan kendala yang paling banyak ditemukan. Banyak peserta mengirimkan tautan Google Drive namun statusnya masih “Restricted” (Dibatasi).
Secara umum, kompetisi ini telah berhasil menjadi wadah yang subur bagi lahirnya agen-agen literasi digital baru. Kreativitas visual yang berpadu dengan kedalaman pesan adalah modal utama untuk menyebarkan virus gemar membaca di Indonesia. Selamat kepada seluruh peserta atas dedikasi dan karya luar biasa yang telah diciptakan!
Foto: Dok Perpusda Kabupaten Ogan Ilir
Teks/Editing: Sarono P Sasmito








