SWARNANEWS.CO.ID, OKUT – Dari 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur, 115 anak dan remaja hadir membawa kemampuan terbaiknya dalam Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Tahun 2026.
Untuk digelar di Bumi Sebiduk Sehaluan, festival ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani.
FASI tingkat Kabupaten OKU Timur resmi dibuka Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu, 19 Agustus 2026, bertepatan dengan 6 Rabi’ul Awwal 1448 H.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026 ini, diikuti 115 peserta utusan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ) dari seluruh kecamatan di OKU Timur.
Bagi Bupati Enos, hadirnya FASI untuk pertama kalinya di OKU Timur bukan sekadar menghadirkan kompetisi keagamaan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter anak sejak dini melalui kecintaan terhadap Al-Quran, pembinaan akhlak, serta pengembangan bakat dan kemampuan di lingkungan masjid.
“Anak-anak harus tahu, bahwa anak sholeh itu bagaikan cahaya yang menyinari alam semesta. Alhamdulillah, syukur hari ini cahaya itu datang dari 20 kecamatan ke Bumi Sebiduk Sehaluan untuk menunjukkan kehebatannya masing-masing,” ujar Bupati Enos.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten OKU Timur berkomitmen mendukung program kerja Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Khususnya dalam pembinaan anak-anak agar tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia.
Menurutnya, FASI tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang menjadi juara.
Lebih penting dari itu, festival ini menjadi ruang untuk menemukan anak-anak terbaik yang dapat menjadi teladan bagi generasi seusianya.
“FASI ini bukan hanya mencari yang terhebat, tetapi mencari yang terbaik untuk menjadi teladan bagi anak-anak OKU Timur,” tegasnya.
Di hadapan Ketua DPW BKPRMI Provinsi Sumatera Selatan Ustaz Firdaus, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten OKU Timur H. Abdul Kadir, S.Pd., M.P.Kim., peserta FASI serta para orang tua, Bupati Enos menyampaikan keyakinannya terhadap potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah.
Ia menilai pembinaan yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan akan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik.
Tetapi juga kuat dalam karakter, mencintai Al-Qur’an, serta santun dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Bupati berharap semangat yang tumbuh melalui FASI tidak berhenti setelah perlombaan berakhir.
Para peserta didorong untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, menjaga semangat berprestasi, dan menjadikan pengalaman dalam festival sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, para ustaz dan ustazah, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan FASI.
Ia berharap sinergi Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama BKPRMI semakin kuat dalam membangun pembinaan keagamaan dan karakter anak-anak di daerah.
Sementara itu, Ketua DPW BKPRMI OKU Timur Imam Safei, S.Hi., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten OKU Timur, khususnya Bupati OKU Timur dan Ketua TP PKK OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., atas dukungan terhadap program pembinaan santri dan perhatian kepada para ustaz dan ustazah TPA/TPQ.
Ia menjelaskan, FASI menjadi wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi, bakat serta minat anak-anak dan remaja di bidang keagamaan.
Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter dan mencetak generasi Qurani yang cerdas, berkarakter kuat, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an serta mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, FASI Tahun 2026 mempertandingkan sejumlah cabang perlombaan.
Lomba Kisah Islami digelar di Balai Rakyat, Dai Cilik di Ruang Binapraja 1, Peragaan Sholat di Masjid Sabilul Huda, Azan di Masjid Sabilul Mutaqin, serta Tahfizh Juz Amma di Aula Bapperida.
Untuk pertama kalinya hadir di OKU Timur, FASI Tahun 2026 membawa pesan yang lebih besar dari sekadar kompetisi: bahwa pembinaan generasi sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.
Dari masjid, TPA dan TPQ, anak-anak OKU Timur ditempa untuk mengenal nilai-nilai agama, mengasah kemampuan, dan berani menunjukkan prestasi.
Dari sinilah diharapkan tumbuh generasi yang bukan hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga kokoh dalam karakter dan mulia dalam bertindak. Adv/prabu





