SUMBER MASALAH DARI TAHUN KE TAHUN: Keberadaan lahan milik Thamrin Brother lebih kurang 5 hektar menjadi permasalahan dari tahun ke tahun saat musim kemarau dan rentan kebakaran. Sabtu (12/9/2026) siang lahan itu kembali terbakar hebat dan memicu kecemasan dan kepanikan warga. Oleh karena itu warga meminta pertanggungjawaban pihak Thamrin Brothers.
SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG– Ratusan warga RT 04 RW 02 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang kurang lebih pukul 13.30 Wib dibuat gempar dan panik, Sebab tanpa diketahui dari mana asalnya kepulan asap dan kepungan api yang membubung mendekati atap rumah-rumah warga. Bahkan banyak diantaranya yang yang telah menjilat nyaris memakan resplang rumah-rumah warga. Laki-laki dan peremuan saling jerit dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya dan air ledeng yang ada.
Sekitar 15 menit dari waktu itu api api seolah padam dan asap tidak banyak membubung. Tapi tak lama kemudian api justru bertambah besar dan nyaris melalap atap-atap rumah warga.
Dra Aseptianova yang juga Ketua RW 02 yang saat itu sedang berada di rumah dengan para sahabatnya tak pelak panik bukan kepalang. Sebab api telah menyambar dinding rumahnya dan asap memenuhi berbagai ruang rumahnya. Wartawan swarnanews yang hari itu bertepatan ada di rumah itu dan ikut berkumpul dengan warga berusaha ikut memadamkan api. Namun pekatnya asap yang tak bisa ditolerir membuat mata pedih maka kemudian mundur dan bergabung dengan rombongan lainnya yang berusaha memadamkan api yang membesar dengan ember dan peralatan seadanya.
Kobaran api bahkan telah mengancam semua Blok E dan Blok F bahkan api sudah merambat naik ke dinding rumah. Tak pelak lagi warga satu RW kena dampak asap, mata pedih dan sesak nafas. Akan tetapi warga gesit saling tolong menolong saling memadamkan. Saat itu juga Damkar yang berasal dari Alang-Alang Lebar datang dan ikut memadamkan api. Dengan selang yang panjang tim pemadam bisa menjangkau api di lokasi yang jauh setelah memanjat dinding tinggi pembatas perumahan warga. Hampir pukul 17.50 sore api baru berhasil dipadamkan.
PICU KEPANIKAN WARGA: Kehadiran Damkar yang susah menjangkau lokasi kebakaran membuat warga juga panik memadamkan api dengan peralatan seadanya.
PANTAU LOKASI: Lurah Kebun Bunga Amelia Verawati didampingi Ketua RW 02 Dra Aseptianova dan Zazili saat memantau proses pemadaman api.
Camat Sukarami Muhammad Eriardi SIP, MM juga hadir dan memantau lokasi itu setelah sebelumnya mengontak Damkar, serta kendaraan lain yang berfungsi untuk menyedot air dan menyuplai untuk memadamkan kobaran api tersebut. Bukan hanya Camat, Lurah Kebun Bunga Amelia Verawati, SIP, MAP yang juga hadir di situ terus ikut memantau kondisi api dengan menaiki tangga rumah ibu Aseptianova dan menyaksikan kobaran api di bawah. Bukan hanya itu Amelia juga berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mengarahkan proses pedaman api dan membantu mengatasi kepanikan warga.
Drs Zazili mantan ketua RW setempat ssat ditemui Swarnanews di lokasi kebakaran mengemukakan, bekas Kandang Ayam milik Thamrin Brothers itu sejak dahulu telah menimbulkan permasalahan bagi warga. Sebab hampir tiap tahun terjadi kebakaran seperti itu dan untuk memadamkannya biasanya butuh waktu sampai tiga hari.
“Bukan hanya itu kami juga pernah mengirimkan surat ke pihak Thamrin namun tidak ada tanggapan sehingga kejadian ini terulang kembali tahun ini,” ujar pria yang juga pensiunan dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang ini.
Senada dengan Zazili, Heny Susanti didampingi suaminya Uud juga meminta perhatian pihak Thamrin. “Minimal lahan seluas itu seharusnya di pinggir-pinggirnya yang berdekatan dengan rumah warga dibuat galian atau sekat sehingga tidak tumbuh semak yang meninggi. Ketika kekeringan maka sangat rentan terbakar,” ujarnya.
MEMADAMKAN DARI BUBUNGAN: Dengan penuh kesulitan warga terus berupaya memadamkan api meski melalui atap rumah dan bubungan dengan peralatan seadanya.
Bukan hanya mereka, Mas Joko yang juga warga RT 04 meminta tanggung jawab pihak Thamrin. “Kalau mereka tidak bersedia membersihkan tanah kosong tersebut dan membuat sekat sebagai isolasi warga bersedia membersihkannya tapi tentu dengan kompensasi pembayaran dari pihak Thamrin,” tegasnya.
TERBANTU DENGAN KEDATANGAN DAMKAR: Atas upaya Camat Sukarami, Lurah Kebun Bunga dan warga yang memiliki akses komunikasi ke Damkar, maka Damkar bisa hadir ke lokasi dan menuntaskan pemadaman.
Para warga tersebut kemudian akan meminta pertanggungjawaban pihak Thamrin dan meminta digelar pertemuan untuk bermusyawarah untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Menurut mereka mereka sangat dirugikan atas kejadian tersebut yang selalu berulang. Kepanikan, kecemasan dan tekanan psikologis itu membuat warga trauma dari tahun ke tahun tentang adanya ancaman kebakaran tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan pihak Thamrin belum ada yang terjun ke lokasi dan memberikan penjelasan kepada warga tentang solusi yang ingin mereka tawarkan. Untuk itu warga dalam beberapa waktu ke depan akan meminta bertemu dengan pihak Thamrin dan meminta solusi dari mereka. (Sarono P Sasmito)







