Home Ogan Ilir Penguatan Tata Kelola Akuntansi Keuangan UMKM Melalui Implementasi Pembukuan Sederhana Berbasis Pendampingan...

Penguatan Tata Kelola Akuntansi Keuangan UMKM Melalui Implementasi Pembukuan Sederhana Berbasis Pendampingan Berkelanjutan Dalam Meningkatkan Kemandirian Usaha di Desa Burai

29
0

DINAMIS: Para peserta dari warga Desa Burai Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir tampak aktif dan dinamis mengiktui FGD yang digelar FE Universitas Sriwijaya sebagai bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat.

SWARNANEWS.CO.ID,  TANJUNGBATU OGAN ILIR– Forum Group Discussion (FGD) dan pendampingan langsung menjadi salah satu metode efektif dalam menggali sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan. Pada kesempatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian yang berjudul Penguatan Tata Kelola Keuangan UMKM melalui Implementasi Pembukuan Sederhana Berbasis Pendampingan Berkelanjutan di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Program ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola keuangan usahanya secara lebih sistematis dan mandiri.

Model kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA), yaitu pendekatan yang menekankan keterlibatan aktif pelaku UMKM dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga penerapan solusi secara langsung dalam usaha mereka. Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM tidak hanya berperan sebagai penerima materi, tetapi juga menjadi subjek utama yang ikut menganalisis persoalan serta mengambil keputusan terkait pengelolaan keuangan usahanya sendiri, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mudah diterapkan sesuai kondisi nyata yang dihadapi di lapangan.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Balai Desa Burai dan dihadiri oleh Kepala Desa Burai beserta perangkat desa, serta sekitar 30 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari kerajinan tenun songket, kuliner seperti pempek dan kemplang tunu, hingga usaha toko sembako. Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali kondisi riil pengelolaan keuangan UMKM setempat, yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dasar pembukuan sederhana, praktik langsung berbasis data usaha masing-masing peserta, serta pendampingan berkelanjutan.

BERBAGI ILMU DAN KETERAMPILAN: Para narasumber Dosen dari FE Unsri tampak antusias dalam berbagi ilmu kepada peserta FGD. 

Peserta terlihat sangat aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, baik pada sesi pemaparan materi, praktik pencatatan transaksi, maupun diskusi interaktif. Diskusi berlangsung dua arah dengan cukup hidup, memastikan bahwa kegiatan ini berjalan sesuai tujuannya, yaitu mendorong pelaku UMKM di Desa Burai agar mampu menerapkan pembukuan sederhana secara mandiri dalam usaha mereka sehari-hari.

 

SINERGI YANG TERUS DIBANGUN: Kolaborasi dosen, mahasiswa dan masyarakat adalah kegiatan yang perlu dibangun terus untuk memajukan dan mengembangkan wawasan masyarakat.

Hasil pendampingan ini memberikan wawasan berharga bagi pelaku UMKM Desa Burai. Peserta yang semula menganggap pembukuan sebagai sesuatu yang rumit dan tidak terlalu penting kini mulai memahami manfaatnya dalam mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih akurat. Dengan kemampuan mencatat transaksi, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta menyusun laporan laba rugi sederhana, pelaku UMKM diharapkan dapat mengambil keputusan usaha yang lebih tepat, mulai dari menentukan harga jual, mengontrol biaya operasional, hingga merencanakan pengembangan usaha ke depan.
Pemerintah Desa Burai menyambut baik program pendampingan ini dan menyatakan keterbukaannya untuk terus menjalin kerja sama dengan Universitas Sriwijaya dalam mendukung penguatan UMKM di desa wisata tersebut. Dukungan dari pemerintah desa dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program, khususnya dalam memfasilitasi pertemuan rutin bagi pelaku UMKM serta mendorong mereka agar semakin disiplin dalam mencatat keuangan usahanya.

Selain menjadi wujud nyata kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa, program pengabdian ini juga menegaskan pentingnya pendekatan Participatory Learning and Action dalam membantu UMKM memahami serta mengelola kondisi keuangan usahanya secara lebih menyeluruh. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pembukuan sederhana, pelaku UMKM Desa Burai diharapkan mampu mengambil langkah-langkah usaha yang lebih terarah, khususnya dalam memanfaatkan potensi wisata lokal yang terus berkembang di desa mereka.

Kontributor: Dr. Ermadiani

Editor: Sarono P Sasmito

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here