SWARNANEWS.CO.ID, OGAN ILIR — Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar program pendampingan bagi kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ibu rumah tangga di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Program berbasis kewirausahaan ini berfokus pada pengolahan limbah minyak goreng bekas (minyak jelantah) menjadi produk sabun batang ramah lingkungan yang bernilai ekonomi.
Ketua Tim Pengabdian UNSRI, Dr. Anna Yulianita, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa aktivitas kuliner dan rumah tangga di Desa Burai menghasilkan limbah minyak jelantah dalam jumlah yang cukup signifikan. Selama ini, sebagian besar warga membuang minyak bekas tersebut secara langsung ke saluran air maupun tanah. Padahal, selain berpotensi mencemari lingkungan dan ekosistem perairan, penggunaan ulang minyak jelantah secara berulang juga membahayakan kesehatan masyarakat.
Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdi UNSRI hadir membawa solusi penerapan teknologi tepat guna melalui reaksi saponifikasi (penyabunan). Sebelum diolah menjadi sabun, minyak jelantah terlebih dahulu melalui proses pemurnian (refining) sederhana menggunakan bahan penyerap alami untuk menghilangkan sisa kotoran, warna gelap, serta bau tengik. Selanjutnya, minyak yang telah bersih diraksikan dengan larutan alkali dan ditambah aroma alami seperti serai dan lavender.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif dengan metode learning by doing. Peserta tidak hanya dibekali teori mengenai bahaya limbah dan konsep ekonomi sirkular, tetapi juga melakukan praktik langsung penimbangan bahan, pengadukan, hingga pencetakan sabun. Hasilnya, sebanyak 78% peserta berhasil mempraktikkan alur pembuatan sabun padat secara mandiri. Sabun yang dihasilkan pun terbukti aman untuk penggunaan kebersihan rumah tangga berdasarkan pengujian mutu sederhana dengan tingkat pH 8,5–9,0.
Selain aspek teknis produksi, masyarakat juga diberikan pelatihan manajemen usaha, pembukuan keuangan harian sederhana, penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), hingga perancangan desain kemasan ramah lingkungan (eco-branding). Dari hasil perhitungan bersama, sabun diproduksi dengan HPP Rp2.500,- per batang dan dapat dijual seharga Rp5.000,-, sehingga memberikan potensi margin keuntungan yang menjanjikan bagi kelompok usaha desa.
Guna menjaga keberlanjutan program, tim UNSRI turut menyerahkan hibah bantuan peralatan produksi serta mendampingi pembentukan Kelompok Usaha Bersama “Sabun Jelantah Burai”. Melalui pilar pemberdayaan ini, diharapkan masyarakat Desa Burai tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan dari pencemaran limbah, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
Foto: Dok FE Unsri
Kontributor: Ermadiani, SE, MM Ak
Editor: Sarono P Sasmito





