- Oleh Ahmad Yurzan Zaldi Abdul Aziz, Lc (Naskah Khutbah yang dibacakan khotib Ustadz Zuhaironi Yahya pada Shalat Istisqa di Pondok Pesantren Modern Albasya di Desa Payakabung Indralaya Utara Ogan Ilir Sumsel, Rabu 14 November 2026)
اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ )٩(
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الله أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Hari ini kita datang ke tempat ini bukan karena kita memiliki kekuatan untuk menurunkan hujan. Kita datang karena kita tidak berdaya. Langit berada di atas kita, tetapi kuncinya berada di tangan Allah. Ketika hujan tertahan, jangan hanya kita bertanya:
“Mengapa Allah belum menurunkan hujan?”
Tetapi mari kita bertanya kepada diri: “Dosa apa yang membuat hati kita jauh dari Allah?”
Allah berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
“Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan kepadamu dengan lebat.” (QS. Nuh: 10–11)
Ustadz Zuhaironi Yahya, SPdI saat menyampaikan khutbahnya.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Istisqa bukan sekadar meminta air dari langit. Istisqa adalah mengakui bahwa kita sangat membutuhkan Allah. Kita mungkin memiliki harta, kendaraan, rumah, jabatan dan teknologi. Tetapi ketika Allah menahan air dari langit… Kita sadar bahwa setetes air pun tidak mampu kita ciptakan sendiri.
Maka hari ini, sebelum tangan kita menengadah kepada Allah, mari hati kita yang terlebih dahulu merendah. Jika pernah meninggalkan shalat, mari kembali kepada shalat. Jika pernah durhaka kepada orang tua, mari memohon ampun dan memperbaikinya. Jika pernah menzalimi saudara, mari kita minta maaf. Jika pernah mengambil hak orang lain, mari kita kembalikan. Jika pernah melakukan dosa secara sembunyi-sembunyi, ingatlah:
Allah yang kita sembunyikan dosa dari-Nya, tidak pernah tersembunyi dari-Nya.
Allah berfirman:
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
“Dan musibah apa pun yang menimpa kalian adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan banyak kesalahan.” (QS. Asy-Syura: 30)
Namun jangan berputus asa!
Karena Allah tidak menutup pintu-Nya bagi orang yang kembali.
Allah berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)
Maka kalau hari ini langit belum meneteskan air, biarlah mata kita yang lebih dahulu meneteskan air mata taubat. Sebab boleh jadi…bukan hujan yang jauh dari kita, tetapi kita yang jauh dari Allah.
Mari kita menangis bukan karena takut kekeringan semata, tetapi karena takut hati kita kering dari iman dan rahmat Allah.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita bahwa ketika hujan tertahan, kita kembali kepada Allah dengan taubat, istighfar, kerendahan hati dan doa.
Mari kita lepaskan kesombongan. Mari kita tinggalkan kemaksiatan. Mari kita perbanyak istighfar.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ.
Ya Allah…Kami datang kepada-Mu dengan dosa yang banyak. Kami datang dengan amal yang sedikit. Kami datang dengan hati yang sering lalai. Kami datang bukan karena kami layak mendapatkan hujan-Mu…tetapi karena kami yakin Engkau adalah Arhamur Rahimin, Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
الخطبة الثانية
اَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ الذي لاَ اله اِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَـيُّومُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ )٧(
الحمد للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاء أُنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِيْنٍ اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّت ,اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْتًا مَرِيْئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِثٍ ,اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Ya Allah…
Hari ini kami datang kepada-Mu. Kami datang bukan membawa banyaknya amal…
Kami datang membawa dosa yang bertumpuk. Kami datang bukan karena kami pantas mendapatkan rahmat-Mu…Kami datang karena kami tahu tidak ada tempat lain untuk kami meminta selain kepada-Mu.
Ya Allah…
Langit di atas kami begitu luas, tetapi kami tidak mampu membuka pintunya. Bumi di bawah kami begitu luas, tetapi kami tidak mampu mengeluarkan setetes air darinya.
Kami memiliki tangan… tetapi tangan kami tidak berkuasa menurunkan hujan. Kami memiliki ilmu…tetapi ilmu kami tidak mampu menciptakan setetes air. Kami memiliki harta…tetapi harta kami tidak mampu membeli setetes rahmat-Mu.
فَإِلَيْكَ يَا رَبَّنَا الْمَفَرُّ، وَإِلَيْكَ الْمُلْتَجَأُ.
Kepada-Mulah kami kembali, ya Allah.
Kepada-Mulah kami mengadu. Kepada-Mulah kami menengadahkan tangan.
YA ALLAH, KAMI MENGAKU.
Ya Allah…
Kami mengakui kesalahan kami. Kami telah banyak lalai. Kami sering mendengar azan tetapi menunda memenuhi panggilan-Mu. Kami sering membaca Al-Qur’an tetapi hati kami jauh darinya. Kami meminta rezeki kepada-Mu… tetapi ketika Engkau memberikan rezeki, kami lupa kepada-Mu.
Kami meminta pertolongan kepada-Mu…tetapi setelah pertolongan datang, kami kembali melupakan-Mu. Ampuni kami, ya Allah…Kami malu menghadap-Mu dengan dosa-dosa kami.
Namun kepada siapa lagi kami mengadu kalau bukan kepada-Mu?
YA ALLAH, BASAHILAH MATA KAMI SEBELUM LANGIT MEMBASAHI BUMI
Ya Allah…
Jika dosa-dosa kami telah membuat langit tertahan, maka ampuni kami. Jika kemaksiatan kami telah membuat bumi menahan airnya, maka maafkan kami.
Jika kesombongan kami telah menghalangi rahmat-Mu, maka hancurkan kesombongan dari hati kami.
Ya Allah…
Sebelum Engkau membasahi tanah kami dengan hujan, basahilah hati kami dengan taubat.
Sebelum Engkau menurunkan air dari langit, turunkanlah ketenangan ke dalam jiwa kami.
Sebelum Engkau menghidupkan bumi yang kering, hidupkanlah hati kami yang telah lama kering dari rasa takut kepada-Mu.
YA ALLAH, JANGAN HUKUM KAMI KARENA DOSA KAMI
Ya Allah…
Jangan Engkau hukum kami karena dosa-dosa kami. Jangan Engkau hukum anak-anak kami karena dosa orang tuanya. Jangan Engkau hukum orang-orang lemah karena dosa orang-orang yang kuat. Jangan Engkau hukum orang-orang tua karena dosa anak-anaknya. Jangan Engkau biarkan hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan ikut merasakan akibat kelalaian kami.
Ya Allah, kami yang berdosa…tetapi mereka yang lemah juga merasakan akibatnya. Maka kasihanilah kami, ya Allah.
YA ALLAH, HIDUPKAN BUMI KAMI
Ya Allah…Tanah telah retak. Tanaman telah layu. Sungai-sungai mulai surut. Sumur-sumur mulai mengering. Hewan-hewan kehausan.Anak-anak kami membutuhkan air.
Orang-orang tua kami membutuhkan air. Para petani menunggu hujan.
Para peternak menunggu hujan.Dan kami semua… menunggu rahmat-Mu.
Ya Allah…
Turunkanlah hujan yang membawa kehidupan.
Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, yang menyuburkan, yang bermanfaat dan tidak membahayakan.
YA ALLAH, JANGAN BIARKAN KAMI PULANG DENGAN TANGAN KOSONG
Ya Allah…Lihatlah kami. Tangan kami menengadah.
Kepala kami tertunduk. Mata kami menangis. Hati kami memohon.
Kami tidak memiliki siapa-siapa selain Engkau. Jika Engkau tidak memberi kami…siapa yang akan memberi kami?
Jika Engkau tidak menolong kami…siapa yang akan menolong kami?
Jika Engkau tidak merahmati kami…siapa yang akan merahmati kami?
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، ارْحَمْنَا.
Wahai Dzat Yang Maha Penyayang…sayangilah kami.
YA ALLAH, TURUNKANLAH HUJAN…
Ya Allah…
Turunkanlah hujan kepada kami. Hujan yang menyuburkan bumi.
Hujan yang mengisi sumur. Hujan yang menghidupkan sungai. Hujan yang menyegarkan tanaman. Hujan yang menghilangkan dahaga. Hujan yang membawa keberkahan.
Ya Allah…
Berilah minum hamba-hamba-Mu.
Berilah minum hewan-hewan-Mu.
Sebarkanlah rahmat-Mu.
Hidupkanlah negeri-Mu yang sedang kekeringan.
YA ALLAH, JANGAN HANYA HIDUPKAN BUMI…
Ya Allah..
Jangan hanya hidupkan bumi kami dengan air hujan. Hidupkan pula hati kami dengan iman. Jangan hanya suburkan ladang kami. Suburkan pula amal kami.
Jangan hanya penuhi sumur-sumur kami. Penuhi pula hati kami dengan rasa syukur.
Jangan hanya turunkan air dari langit. Turunkan pula ampunan-Mu kepada kami.
Ya Allah…
Jadikan hujan ini bukan sekadar air yang jatuh dari langit, tetapi menjadi tanda bahwa Engkau masih mencintai kami.
Ya Allah… Kami tidak meminta karena kami merasa layak. Kami meminta karena Engkau Maha Pemurah. Kami tidak mengetuk pintu-Mu karena kami memiliki amal yang banyak.
Kami mengetuk karena pintu-Mu tidak pernah tertutup bagi orang yang kembali.
Ya Allah…kami bertaubat kepada-Mu. Kami memohon ampun kepada-Mu. Kami kembali kepada-Mu.Maka terimalah taubat kami. Ampunilah dosa kami.
Sayangilah orang tua kami. Ampunilah orang-orang yang telah meninggal dunia di antara kami.Sembuhkanlah yang sakit. Lapangkanlah yang kesusahan.
Bayarkanlah hutang orang-orang yang terlilit hutang. Berikan rezeki kepada yang kekurangan. Lindungi anak-anak kami. Jaga keluarga kami. Jaga negeri kami.
Dan turunkanlah kepada kami hujan rahmat-Mu. Ya Allah…Jangan Engkau pulangkan kami dalam keadaan kecewa. Kami datang kepada-Mu dalam keadaan menangis…Maka izinkan kami pulang membawa harapan. Kami datang membawa dosa…Maka izinkan kami pulang membawa ampunan. Kami datang membawa kegersangan bumi…Maka izinkan kami pulang menyaksikan rahmat-Mu turun dari langit. (Editor: Sarono P Sasmito)




