Home Palembang Pesan dari Pusara Haji Halim, Habib Rizieq Tekankan Pentingnya Etika dalam Urusan...

Pesan dari Pusara Haji Halim, Habib Rizieq Tekankan Pentingnya Etika dalam Urusan Hukum

132
0

Palembang – Dr Habib Rizieq Shihab (HRS), memberikan pernyataan tegas terkait proses hukum yang menimpa salah satu tokoh masyarakat Sumatera Selatan, almarhum Haji Halim.

Hal ini diungkapkannya saat melakukan ziarah ke makam almarhum Haji Halim di Jalan M Isa, Senin (9/2/2026).

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus melontarkan permintaan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum atas tindakan aparat yang dinilai kurang mempertimbangkan kondisi fisik dan usia Haji Halim saat proses hukum berlangsung.

“Hukum harus tetap di tegakkan, tapi nilai kemanusiaan harus diutamakan. Saya sangat menyesalkan tindakan-tindakan aparat penegak hukum yang tidak memperhatikan faktor kemanusiaan,” ujar Habib Rizieq saat berziarah ke makam Haji Halim bersama Prof KH Said Aqil Husin Al Munawar, serta beberapa ulama di Palembang.

Ulama terkenal vokal ini menyoroti beberapa poin yang seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah dalam menangani kasus almarhum Haji Halim.

“Pertama, usia Haji Halim tidak mudah lagi, kondisi Haji Halim yang saat itu sakit dan harus bergantung pada tabung oksigen, namun tetap dipaksa menjalani proses persidangan di pengadilan. Harusnya aparat penegak hukum mengedepankan etika dan rasa kemanusiaan, terutama terhadap tokoh yang sudah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq menyampaikan permintaan agar pemerintah berhenti mencampuradukkan urusan hukum dengan kepentingan politik. Ia merasa ada indikasi bahwa persoalan-persoalan yang menimpa Haji Halim sengaja dibesar-besarkan dan “dipolitisasi” oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Hukum campur politik ini membuat segalanya menjadi tidak jelas,” tegasnya.

Ia meminta semua pihak mengendepankan azas praduga tak bersalah, apalagi Haji Halim meninggal dunia sebelum perkaranya di putus pengadilan. Jangan sampai di framing negatif seolah sudah melakukan kejahatan.

“Saya sedih melihat framing negatif di media sosial, padahal belum ada pembuktian yang sah. Haji Halim ini kedermawanannya sangat luar biasa, khususnya di Sumatera Selatan, almarhum telah membangun puluhan masjid, bahkan hingga ke pulau Jawa,ratusan ponpes dan majelis taklim di bantu setiap bulannya, bantuan sosial rutin bagi ribuan anak yatim dan kaum dhuafa, belum lagi ribuan pekerja yang bekerja di perusahaan-perusahaannya, almarhum memang bukan kiyai, tapi almarhum sangat dekat dengan habaib, ulama, saya berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk sabar dan bisa melanjutkan semua kebaikan almarhum,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. KH. Said Aqil Husin Al Munawar mengatakan, kehadiran para ulama ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah pertemuan batin yang mendalam.

Suasana seketika berubah menjadi sangat emosional saat menyampaikan testimoninya.

Mantan Menteri Agama RI ini beberapa kali harus terhenti, suaranya hilang dan bergetar di hadapan pusara Haji Halim, Prof Said tak kuasa membendung air mata saat mengenang kebaikan sosok Haji Halim yang selama ini telah dianggapnya sebagai saudara sekaligus orang tua sendiri.

Puncak rasa haru terjadi saat Kms. H. M. Umar Halim memberikan sambutan. Di hadapan para ulama dan pelayat, ketegarannya runtuh. Air mata mengalir di pipinya saat mengucapkan terima kasih atas kehadiran para guru dan ulama nasional.

“Saya kehilangan kata-kata, kehadiran para ulama ini adalah kekuatan terbesar bagi keluarga besar kami yang berduka, saya mewakili keluarga besar Haji Halim meminta doa agar sanggup memikul amanah besar untuk meneruskan jejak kedermawanan dan perjuangan almarhum,” pungkasnya.

Ziarah yang berlangsung selama satu jam lebih tersebut turut dihadiri oleh sederet ulama Palembang, di antaranya Habib Umar, Habib Gasim, Ustadz Kemas Ali, dan Ustadz Doni Meilano serta banyak lagi yang lainnya.

Cinta yang ditunjukkan para ulama hari ini menjadi bukti nyata bahwa kebaikan almarhum akan terus hidup selamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here