Home Palembang Peduli Kemanusiaan Untuk Saudara di NTT 13 Organisasi Komunitas Mahasiswa di Palembang...

Peduli Kemanusiaan Untuk Saudara di NTT 13 Organisasi Komunitas Mahasiswa di Palembang Galang Dana

50
0

“Dari kepedulian kecil, lahir harapan yang besar.

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG  -Bencana datang tanpa pernah memilih siapa yang akan menjadi korbannya. Saat saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi dampak bencana gempa, sudah sepatutnya kita tidak hanya menyaksikan dari kejauhan, tetapi hadir melalui kepedulian dan aksi nyata.

Sebagai mahasiswa, kita tidak hanya dituntut untuk menjadi insan akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan rasa kemanusiaan. Karena bagi kami, solidaritas bukan sekadar kata, melainkan keberanian untuk bergerak dan berbagi ketika sesama sedang membutuhkan.

Atas dasar kepedulian tersebut, kami bersama-sama melaksanakan Penggalangan Dana Peduli Kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa di NTT, dengan berkolaborasi bersama 13 organisasi dan komunitas mahasiswa yakni:  FORNUSA, LDK Karisma,3. Seni Budaya Islam UNSRI, PAKIES, LDK Al-Qarib UBD Palembang, Baik Berisik Palembang, Relawan Aksi Sumsel, DPM FAI UMPalembang, IRMA Palembang, LDK Ar-Risalah PGRI, LDK Al-Azzam, BEM FAI UMPalembang dan IRMA Syababul Himmah.

Kegiatan berlangsung Jum’at–Ahad, 21–23 Agustus 2026 di Lampu Merah Simpang Charitas dan Lampu Merah Simpang Polda Sumsel, Palembang.

Salah satu bagian dari kolaborasi ini adalah DPM FAI UMPalembang, yang diketuai oleh Ramadon, mahasiswa semester 7 Program Studi Ekonomi Syariah, bersama Wakil Ketua Umum DPM FAI UMPalembang, Ahmad Savarudyn, mahasiswa semester 7 Program Studi Ekonomi Syariah, beserta seluruh jajaran dan keluarga besar DPM FAI UMPalembang.

Kegiatan kemanusiaan ini juga dikoordinasikan langsung oleh Irawan selaku Ketua Umum AKSI, sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menggerakkan solidaritas mahasiswa dan masyarakat Sumatera Selatan untuk saudara-saudara kita di NTT.

“Kami percaya bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas organisasi, almamater, daerah, maupun latar belakang. Ketika saudara kita sedang tertimpa musibah, maka sudah menjadi tanggung jawab moral kita untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Selama tiga hari, mahasiswa dan relawan turun langsung ke lapangan untuk mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam gerakan kepedulian ini. Setiap donasi yang diberikan, sekecil apa pun nilainya, merupakan bentuk nyata bahwa kita tidak membiarkan saudara kita menghadapi musibah seorang diri.

Tidak perlu menunggu menjadi kaya untuk berbagi; Tidak harus memiliki banyak untuk membantu; Karena satu rupiah yang diberikan dengan keikhlasan dapat menjadi bagian dari senyum dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang.

Mari bersama-sama kita sisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa di NTT. Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka. Ulurkan tangan, kuatkan saudara dan bergerak bersama untuk kemanusiaan.

Semoga setiap rupiah yang kita donasikan menjadi amal kebaikan, menjadi sebab hadirnya pertolongan bagi saudara-saudara kita, dan menjadi keberkahan bagi kita semua. Karena pada akhirnya, mahasiswa bukan hanya tentang siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang mau hadir dan bergerak ketika kemanusiaan memanggil.

Teks/Foto: Ramadoni

Editor: Sarono P Sasmito

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here