Home Palembang Wamenkes Kunjungi Palembang, Terus Perangi Penyakit TBC, Tinjau Tracing Tuberkulosis dan  Layanan...

Wamenkes Kunjungi Palembang, Terus Perangi Penyakit TBC, Tinjau Tracing Tuberkulosis dan  Layanan CKG di Posyandu Anggrek Sukarami

59
0

PERANGI TBC: Dengan meneriakkan yel-yel Palembang dengan Amperanya Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) menyemangati hadirin untuk memerangi TBC dan dan terus meningkatkan derajat kesehatan.

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG– Serius untuk terus memerangi penyakit Tuberkulosis (TBC) Wakil Menteri Kesehatan RI,  dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) dan terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melakukan kunjungan ke Palembang, Senin ( 24/8/2026)

Titik lokasi pertama yang dikunjungi adalah Posyandu Anggrek  Kecamatan Sukarami Palembang untuk meninjau kegiatan Tracing Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Hadir pada kesempatan tersebut Kadinkes Provinsi Sumsel dr. H. Trisnawarman, M.Kes, Sp.KKLP, Subsp, FOMC, AIFO-K, Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani, SE, MM, Sekda Kota Palembang, H. Aprizal Hasyim, Kadinkes Kota Palembang dr, Hj Fenty Aprina, M.Kes, SpKKLP, Sekcam Iriadi, Kepala Puskesmas Sukarami Erik Siregar, SKM, para dokter di Puskesmas Sukarami, Ketua Pokja Peduli Kesehatan Kecamatan Sukarami Sarono P Sasmito dan pengurus lainnya dianataranya Basarina, Sriyana, para kader Posyandu  serta berbagai elemen masyarakat dan penerima manfaat yang akan menjalani Tracing Tuberkulosis dan CKG.

 

 

ENERGIK: Wamenkes tampak energik dengan melakukan peninjauan Tracing Tuberkulosis di Posyandu Anggrek dan memberikan berbagai instruksi kepada Kepala Puskesmas Sukarami Erik Siregar, SKM.

Sebelum rombongan Wamenkes datang di lokasi dokter Emy dari Puskesmas Sukarami melakukan paparan sosialisasi tentang penyakit TBC di hadapan ratusan peserta yang akan menjalani Tracing Tuberkulosis dan CKG. Diantaranya Emy menguraikan bahwa penyakit TBC masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia karena jumlah penderita TBC di negara kita nomor 2 terbanyak di dunia. Padahal penyakit ini berbahaya dan menyebabkan angka kematian yang tinggi.

Kadinkes Provinsi Sumsel Dokter Trisnawarman saat memberikan keterangan kepada Pemimpin Redaksi Swarnanews Sarono P Sasmito

Menurut Kadinkes Provinsi Sumsel Dokter Trisnawarman Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 9.548 kasus tuberkulosis (TBC) dengan 366 kematian hingga akhir Juni 2026. Kota Palembang menyumbang angka kasus tertinggi di wilayah ini, didominasi oleh TBC Sensitif Obat yang menyerang usia produktif dan anak-anak. Sedangkan Total Kasus (hingga Juni 2026): 9.548 kasus dengan Angka Kematian: 366 jiwa dan Daerah Tertinggi: Kota Palembang Jenis Dominan: TBC Sensitif Obat (sebagian besar).

Upaya Penanganan yang dilakukan dengan Peningkatan cakupan pengobatan dan penemuan kasus aktif (Active Case Finding). Skrining kesehatan massal digencarkan oleh Dinas Kesehatan di berbagai kabupaten/kota. Edukasi untuk mengurangi stigma sosial agar pasien mau berobat secara tuntas.

Ketika Wamenkes dan rombongan datang langsung meninjau proses pemeriksaan Tracing TBC dan CKG. Pada kesempatan itu Wamenkes juga menjanjikan untuk terus memperbanyak peralatan pemeriksaan X-ray dada (rontgen dada) berupa prosedur pencitraan penting untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi tuberkulosis (TBC) aktif pada paru-paru, seperti adanya bercak atau kavitas. Tes ini sering dikombinasikan dengan skrining gejala atau tes dahak (TCM) demi diagnosis yang akurat.

Sedangkan fungsi dan prosedur X-Ray TBC yakni dengan Deteksi Dini: Menemukan kelainan struktur atau luka di paru-paru akibat infeksi bakteri TBC. Layanan Keliling: Program pemerintah kini banyak menyediakan Layanan Mobile X-ray atau alat portabel untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah termasuk selain stanby di puskesmas juga akan melayani ke posyandu-posyandu. Kemudian melalukan Evaluasi Pengobatan: Menilai kemajuan atau penyembuhan jaringan paru setelah pasien menjalani terapi obat.

Hal lain yang perlu diketahui Rontgen saja belum cukup untuk memastikan TBC 100%, sehingga dokter biasanya menyarankan tes dahak pendukung. Jika hasil X-ray menunjukkan indikasi TBC aktif, dokter akan meresepkan rangkaian obat antibiotik jangka panjang (minimal 3 bulan).

 

 

ANTUSIAS: Hadirin tampak antuasias untuk sama mensukseskan pembasmian TBC dan CKG.

Untuk itu menurut Wamenkes kebutuhan tenaga radiografer di Palembang cukup tinggi seiring berkembangnya fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit umum daerah (seperti RSUD Palembang BARI dan RSUD Gandus), rumah sakit TNI (RS dr. AK Gani), serta klinik swasta dan laboratorium diagnostik yang memerlukan layanan pencitraan medis seperti rontgen, CT scan, dan MRI. Untuk itu kemenkes akan melakukan rekrutmen SDM Radiografer itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Foto: Dok Puskesmas Sukarami

Teks/Editor:  Sarono P Sasmito

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here