Home Pendidikan Mahasiswa Prodi PAI UMPalembang Gelar ISAF di JSC:  Bahas Rekonstruksi Adab dan...

Mahasiswa Prodi PAI UMPalembang Gelar ISAF di JSC:  Bahas Rekonstruksi Adab dan Ilmu Terhadap Penggunaan Media Sosial di Era Gen Z

189
0

GIGIH BINA MAHASISWA: Para pimpinan Fakultas Agama Islam (FAI) dan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Palembang gigih membina para mahasiswanya. Hal itu dibuktikan meski Minggu merupakan hari libur dimanfaatkan dengan menggelar ISAF di Jakabaring Sport City Palembang. Tampak mereka foto bersama di tengah kegiatan tersebut. 

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG—Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar acara Islamic Studi Akademic Forum (ISAF) di Jakabaring Sport City (JSC)  Palembang, Minggu (18/10/2026).

Hadir pada kesempatan itu  Wakil Dekan I sekaligus pemateri Dr. Rulitawati, S.Ag., M.Pd.I, Kaprodi PAI sekaligus pemateri Dr. Azwar Hadi, M.Pd.I dan istri, Sekprodi PAI sekaligus pemateri Sri Yanti, SPd M.Pd dan Pemimpin Redaksi Swarnanews Sarono P Sasmito, SPd.

Dari kalangan mahasiswa hadir juga Ketua Umum  Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Ramadon, Wakil Ketua Umum BEM, Panji Raharja, Bendahara Umum PK IMM FAI UMPalembang Nur Aisyah, Ketua Umum HMPS HKI Sudawan, Ketua Umum HMPS Eksyar, alumni PAI Rodiah, beserta panitia dan peserta kurang lebih 40 orang.

SEMANGAT: Usai saling berdiskusi dan tukar wawasan serta memberikan bimbingan tentang prospek profesi guru dan tantangannya ke depan. Juga diskusi sesuai materi yang menjadi pokok bahasan, para peserta foto bersama dipayungi kerimbunan pepohonan di JSC Palembang.

Acara yang berlangsung lesehan di sela rerimbunan pepohonan di JSC tersebut dipandu oleh MC Velda Elen Rehenten diawali dengan melafalkan basmalah. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat Suci Alquran oleh M Zaky, kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dengan dirigen Aulia Agustina.

Usai itu dilanjutkan dengan sambutan  Ketua Umum HMPS PAI M Ramadhan Habibi yang menyatakan syukur kepada Allah atas izinNya maka kegiatan itu bisa terlaksana. Pihaknya mengucapkan terimaksih atas kerja keras panitia dalam mempersiapkan segala sesuatunya sehingga bisa terlaksana dengan baik. “Meski kami menyadari di sana-sini masih terdapat kekurangan dan itu menjadi evaluasi kita untuk perbaikan yang akan datang,” katanya.

Senada dengan Ramadhan, Ketua Pelaksana  Panji Raharja mengucapkan terimakasih atas dukungan pimpinan fakultas sehingga kegiatan tersebut bisa terwujud. Kami mengharapkan tema dan bahasan hari ini akan menjadikan penambahan wawasan para peserta dan menjadikan pedoman kehidupan di masa depan.

Usai sambutan para pengurus Ormawa dilanjutkan sambutan oleh Kaprodi PAI Dr Azwar Hadi yang sekaligus membuka acara tersebut secara resmi dan sebagai pembicara pertama.

Akademisi ini kemudian memperkenalkan dirinya kepada para mahasiswa baru tersebut. Masa SMA-nya ditempuh di Sungai Liat Bangka Belitung ini kemudian melanjutkan pendidikan S1,  S2 dan S3 di  Universitas Islam Negeri (UIN)  Raden Fatah Palembang. Saat ini telah dikaruniai 2 orang anak yang pertama anggota Polri dan bertugas di Mabes polri yang kedua perawat di RS Permata Bekasi.

Sebagai bagian dari motivasi pria yang terbiasa dengan didikan disiplin militer karena ayahnya seorang anggota TNI ini mengemukakan, kondisi kemahasiswaan saat itu dan kini yang sangat berbeda.

“Dulu kami mengerjakan skripsi mempergunakan mesin tik konvensional suara detakan terdengar hingga jauh malam,” ujarnya.

Kalaupun ada salah ketika harus ketik ulang dan kertasnya tak bisa digunakan lagi. Saat perangkat teknologi lebih canggih semua lebih praktis ketika mengetik menggunakan komputer atau laptop. Saat merevisi dan menghapus naskah juga lebih mudah. Kemudian referensi juga bisa kita peroleh lewat e-book dan sebagainya.

Lalu sebagai generasi penerus Islam apa yang harus kita lakukan menyikapi era teknologi IT dan penggunaan medsos yang telah melingkupi semua kita.

Sebagai umat Islam yang sudah berikrar dengan dua kalimah syahadat  kita harus komitmen terhadap tuntunan dan aturan Islam. Misalnya dalam hal berpakaian harus menutup aurat. Pola  pikir dan cara pandang kita harus berlandaskan ajaran Islam.Kadang kita terjebak menonton berita artis yang heboh padahal kasusnya tidak perlu dicontoh.

Kemudian saat memulai kuliah di semester awal ini kita harus meluruskan niat. Kita sudah memilih jurusan untuk menjadi guru.  Guru tidak pernah menjanjikan anda sukses. Dokter tidak pernah menjanjikan kita sehat. Yang paling penting bagaimana menjadikan profesi kita nanti diridhoi oleh   Allah SWT.

Saat itu juga terjadi dialog spontan dengan salah seorang mahasiswa  M Rasyid Putra Ramadan atau yang dipanggil Ray. Ray menceritakan dirinya saat ini sangat “pede banget” untuk bisa masuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan universitas lain tapi qodarullah justru masuk Prodi PAI UMPalembang dan justru berkeinginan memperdalam tentang keMuhammadiyahan. Dia juga memiliki sanggar di Kemayoran Jakarta

Azwar mendukung cerita Ray apalagi kalau HMPS kolaborasi dengan Ray bisa membuat serial cerita  melalui sanggar. Hal yang penting dalam memulai kuliah niat yang tepat akan sangat menentukan kesuksesan di kemudian hari. Kalau niat lillahi ta’ala insya Allah akan diberikan kesuksesan.

Tugas utama saat ini adalah kuliah. Semua yang kita kerjakan hari ini akan menentukan nasib kita masa depan. Guru adalah panggilan jiwa kita harus ikhlas penuh kesabaran. Meski letih kita harus tetap melayani mahasiswa. “Kemudian kalau ada hal-hal yang perlu dikonsultasikan mahasiswa bisa menemui saya dan sekretaris Prodi Ibu Sri Yanti,” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh  Dr Rulita. Menurutnya saat ini setiap orang di Indonesia semuanya memiliki gawai. Mengerti apa itu tik tok dan lainnya. Sedangkan fenomenanya kemudian terjadi negatif bullying cyber yang bisa memicu konflik. Menyikapi berbagai berita yang terekspos melalui medsos Rulita menyarankan agar melewati mekanisme tabayun agar mengetahui kebenaran sesungguhnya.

Kita harus mengedepan adab dan ilmu  untuk dijadikan satu kesatuan menjadikan kita menempuh jalan yang benar saat meniti kehidupan.

CENDERAMATA: Wakil Dekan 1 FAI UMP Dr. Rulitawati, SAg, MPdI saat menerima cenderamata dari mahasiswa (foto atas) dan Sekprodi PAI Sri Yanti SPd MPd saat menerima cenderamata dari para mahasiswa.

Usai paparan Rulita kemudian dilanjutkan paparan oleh Sri Yanti, SPd, MPd dan Sarono P Sasmito menanggapi pertanyaan dari Romadhon. Dari saling sharing pengalaman dan keilmuan tersebut mahasiswa memperoleh apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa dan Muhammadiyah dalam arti luas.

Diskusi berkembang luas ketika Ray dan Sabil kemudian bercerita bernada curhat tentang perjalanan hidupnya yang dilahirkan dari keluarga dengan tradisi NU  yang kuat tapi kemudian saat ini Sabil berkiprah dan terus mendalami keMuhammadiyahan. Ketiga pembicara baik Rulita, Sri Yanti dan Sarono P Sasmito kemudian memberikan penjelasan kepada para mahasiswa tersebut dengan perspektif masing-masing. Intinya karena Muhammadiyah memegang azas berkemajuan maka Ormas ini menjadi terbesar di dunia dan merambah ke berbagai belahan dunia.

Diskusi berlangsung akrab penuh nuansa pendidikan. Kemudian dilanjutkan foto bersama dan makan siang lesehan. Meski sederhana memunculkan ukhuwah Islamiyah yang kental antara para dosen sebagai pendidik dan mahasiswa yang dibimbingnya.

Foto: Dok FAI UMPalembang

Naskah/Editor: Sarono P Sasmito

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here