GIGIH SOSIALISASIKAN ISLAM BERKEMAJUAN: Sebagai bagian mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi yakni mencakup tiga pilar utama yang ada di universitas umum yakni Pendidikan dan Pengajaran; Penelitian dan Pengembangan; Pengabdian kepada Masyarakat di kampus Muhammadiyah menambahkan satu pilar khusus sebagai landasan dan ciri khas utama, yaitu Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Pilar keempat (AIK) mencakup integrasi nilai-nilai keislaman, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, serta ideologi Muhammadiyah ke dalam seluruh kegiatan akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus. Untuk para dosen dan mahasiswa PPL Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas menggelar pengabdian kepada masyarakat di SMA Muhammadiyah (SMAM) I Palembang, Rabu (7/10/2026).
SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG—Kegiatan dikemas dalam bentuk hibrid dengan cara para dosen dan mahasiswa paparan di sekolah sementara para murid menyimak dan mengikutinya dari rumah dengan zoom karena sedang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) sesuai edaran Walikota Palembang.
Hadir pada kesempatan tersebut Dekan FAI Dr Purmansyah Ariadi, S.Ag, M.Hum, Wakil Dekan I FAI Dr. Rulitawati, MPdI, Wakil Dekan II Dr. Rijalus Shalihin, SE, MEI, Dr. Antoni, MHI, Dosen Pembimbing Sri Yanti, SPd, MPd, Yuniar Handayani, SH, MH, Dr Jumhan, MHum, Helyadi, SH, MH dan Sarono P Sasmito Pemimpin Redaksi Swarnanews.
Sedangkan mahasiswa peserta PPL terdiri atas Sita Amanda, Nurhayati, Muhammad Naufal, Andreus Aditya, Alda Ciptha Ayudia, Rieke Diah Pitaloka, M. Alif Abdullah, Qathrunnada Inaz dan Syifa Lutfiah.
Dari pihak sekolah hadir Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) M. Basit Assirri, S.Pd.I.,Muhammad Wahyudi, S.Pd.I., Ayu Lestari, S.Pd.,M.Pd, .Eddy Susanto, M.Pd dan Miftahul Haq, S.Pd., M.Pd, Doktor (cand) Habiburahman, serta 18 murid yang ikut secara daring.
DISKUSI INTERAKTIF: Baik yang berada di ruang pertemuan SMAM 1 Palembang maupun para murid yang berada di rumah ikut aktif diskusi dalam momen itu.
Acara pandu oleh MC oleh Qathrunnada dibuka dengan sama-sama melafalkan basmallah. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Muhammad Nauval. Kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dipimpin oleh dirigen Sita Amanda.
Kemudian Laporan dari Ketua Kelompok PPL Andreus Aditia yang mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing, para guru pamong, para pimpinan sekolah sehingga Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat terlaksana. Melalui pengabdian ini kami berharap dapat memberikan sumbangan ilmu dan pengetahuan tentang Islam dan Kemuhammadiyahan kepada para murid dan komunitas sekolah lainnya di SMAM I Palembang ini.
Usai itu dilanjutkan dengan sambutan Dekan Dr. FAI Purmansyah Ariadi diwakili Wakil Dekan I Dr. Rulitawati, MpdI. Beliau mengucapkan terimakasih atas terselengggarannya Program Pengabdian Masyarakat (PPM) ini. Misi kami di perguruan tinggi bukan hanya kegiatan belajar mengajar tetapi juga termasuk PPM dan penguatan Islam Kemuhammadiyahan sebagai Catur Dharma perguruan tinggi.
Di samping itu membimbing dan mengarahkan para mahasiswa sebagai calon guru agar mereka nanti menjadi guru profesional. Apalagi SMA Muhammadiyah satu AUM bagi UMP dan satu persyarikatan jadi terus berkolaborasi. Dengan adanya kegiatan itu akan menjadi khasanah bagi kita semua. Baik para siswa, dosen dan guru. Apalagi yang hadir sebagai nara sumber Dr. Antoni pakar dalam bidang tersebut.
Sedangkan mahasiswa yang melaksanakan PPL di SMAM I akan berakhir pada 12 Oktober nanti. Kami tetap mohon masukan dari kepala sekolah, waka, guru pamong dan lainnya agar semua mahasiswa kami terus berkembang dan nanti akan menjadi guru profesional.
Waka Ismuba Basit dalam sambutannya mengemukakan, berterimakasih atas kepercayaan UMP untuk terus melakukan kolaborasi dengan SMAM 1 Palembang. Kita mengharapkan melalui kegiatan PPL ini para mahasiswa memperoleh pengalaman berharga untuk memperkaya kapasitas diri saat nanti bertugas sebagai guru.Sedangkan kegiatan dilakukan zoomeeting karena para murid saat sedang PJJ.
Semoga di SMA Muhammadiyah I ini menjadi tempat menimba ilmu. Kami terbuka lebar untuk seluruh fakultas di UMP apalagi FAI yang selaras dengan lembaga pendidikan kita. “Pesan kami untuk adik-adik PPL jangan berhenti belajar. Jangan ketinggalan dalam hal penggunaan media untuk pembelajaran apalagi kalian masih muda,” tegasnya.
Kemudian dilanjutkan penyampaian materi dengan moderator Sita Amanda dengan pembicara pertama oleh Andrius Aditya yang menguraikan Tantangan Etika Generasi Z. Dianatara tantangannya yakni banyaknya berita hoaks yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Komentar negatif di medsos yang saling merendahkan. Terus banyak yang terjebak mengejar popularitas dengan menggeser nilai moral.
Untuk mengantisipasi hal tersebut ada dua pilar penguat karakter yang bisa dibangun. Yang pertama berlandaskan Al Islam sebagai pedoman komprehensif bagi kehidupan manusia. Hal itu mencakup ibadah ritual dan kesempurnaan akhlak.
Sedangkan komponen akhlak yang harus dipenuhi seperti Sidig dan amanah. Bentuk berupa membangun sikap jujur, jujur pada diri sendiri dan publik. Tanpa plagiarisme dalam menghasilkan karya akademis. Untuk itu harus mencantumkan sumber informasi asli.
Kemudian harus amanah dan tanggungjawab. Contohnya saat dikasih jabatan atau fasilitas harus bertanggungjawab. Hal lain yang harus diterapkan adalah bersikap tabayun ketika memperoleh informasi yang tidak akurat. Kemudian menjaga jari agar tidak mudah mengklik sesuatu yang membawa mudhorat.
Tabayun bisa dilakjukan dengan selalu mengecek sumber. Sabar dan bisa mengendalikan diri. Di tengah budaya serba cepat itu kita jangan terjebak keinginan cepat sukses dengan mengabaikan pesan moral. Prinsip sabar aktif.
Nilai kemuhammadiyah selaras bagi generasi Z. Apalagi tagline perguruan tinggi di lingkungan muhammadiyah Unggul dan Islami dan berkemajuan. Di samping itu kita juga harus tetap beramar makruf, berkemajuan dan peduli sesama. Langkahnya bisa dengan menyebarkan konten edukasi positif dan kemanusiaan. Aktifitas jempol harus ditahan. Teknologi terhubung dengan dunia akan tetapi akhlaqlah yang seharusnya mementukan bagaimana kita memperlakukan dunia.
Pemateri berikutnya Dr. Antoni memberikan ulasan atas paparan yang diberikan oleh para mahasiswa.
Menurut dosen senior ini, Kemuhammadiyahan adalah seluk belum tentang Muhammadiyah. Sangat cocok sekali hari tagline kita yakni Islam berkemajuan yang makin dipopulerkan sejak tahun 2022. Dulunya akrab ditelinga jargon Tajdid Islam atau pembaharuan Islam berkemajuan. Dengan mengikuti zaman lebih akrab dibahasakan sebagai Islam berkemajuan.
Sesuai ketentuan dan petunjuk Quran dan hadits kalau sesuatu itu menyangkut hablumminallah maka kita menyandarkan dalil atau argumentasinya kepada Islam yang sebenarnya. Sebagai hal fundamental yakni masalah Aqidah benar-benar dimurnikan sesuai dengan sumber utamanya alquarn dan hadits.
Aspek muamallah atau duniawiyah mengikuti perkembangan zaman. Kita boleh mengikuti iptek, tidak dihambat berkemajuan dengan catatan tidak ada hal mudorat yang menjadikan hal itu jadi terlarang.
Dalam hal teknologi, seni dan lainnya yang dilarang jika hal itu menyebabkan pelakunya menjauh dari Allah atau menyebabkan fasad atau kerusakan, ada unsur dharar membahayakan diri dan orang lain.
Jangan berpandangan semua itu harus sesuai dengan yang Nabi lakukan kalau tidak sesuai dengan nabi bid’ah. Padahal zaman Nabi dan saat ini ada perbedaan dalam hal capaian teknologi.
Jual beli syaratnya rukun atau penjual dan pembeli, ada uang ada barang ada akad transaksi. Misal harus bertemu langsung. Tidak sah haram hukumnya kalau tidak bertemu langsung. Transaksi online.Kalau tidak mengikuti artinya ketinggalan zaman.
Dalam hal ibadah mahdoh seperti shalat, zakat, puasa, haji harus sesuai ajaran Nabi tidak boleh ditambah-tambah di luar tuntunan nabi. Nyanyi boleh asal berisi nasihat dan bukan maksiat.
Usai paparan Andreus dan Dr Antoni dilanjutkan diskusi, Masyayu Khalisa Nabihah XI 3 tampil sebagai penanya pertama melalui zoommeeting. Bagaimana cara melakukan amar makruf tanpa melakukan penghinaan. Antoni memberikan jawaban mengubah sesuatu yang buruk harus tetap dengan cara yang baik. Jadi sesuatu yang bagus harus dilakukan dengan bagus. Perkataan yang mulia atau karim harus pada tempatnya. Demikian juga qoulan syadida atau perkataan yang tegas ada tempatnya.
Sedangkan Putri menanyakan apa tantangan generasi muda dalam mempertahankan nilai-nilai Islam.
Menurut Dr Antonis tantangannya dalah teknologi. “Dulu kalau kita maun nonton ke harus ke bioskop nian. Tapi sekarang semua sudah tersaji di ponsel. Hal positif dan negatif baik buruk semua tersaji di ponsel. Untuk mempergunakannya agar jangan terjebak ke negatif kita harus memperkuat aqidah. Memelihara sikap kita. Jujur mendatangkan kebaikan, kebaikan akan mengarahkan kita ke surga. Bohong dusta atau membawa fujur atau keburukan dan kejahatan, kejahatan akan membawa ke neraka. Oleh karena itu jauhi,” tegas akademisi yang juga aktif berkeliling dakwah di lingkungan Muhammadiyah di Provinsi Sumsel ini.
Sesi terakhir sebagai wartawan dan juga Pengurus Cabang Muhammadiyah Indralaya, Sarono P Sasmito memberikan berbagai masukan atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Satu sisi kita juga harus bersemangat dengan mengedepankan Islam Berkemajuan terbukti Muhammadiyah saat ini bukan hanya berkembang pesat di dalam negeri tetapi makin meluas ke luar negeri.
Foto: Dok PPM UMP
Teks/Editor: Sarono P Sasmito






