Home Musi Rawas Tanggulangi Berbagai Penyakit, Puskesmas L Sidoharjo Gelar Skrining TBC dan CKG di...

Tanggulangi Berbagai Penyakit, Puskesmas L Sidoharjo Gelar Skrining TBC dan CKG di Desa Tambahasri

114
0

ANTUSIAS PELIHARA KESEHATAN: Para warga Desa Q1 Tambahasri tampak antusias hadir di kegiatan Swakelola Tracing TBC Terintegrasi dengan CKG. Melalui langkah itu diharapkan mereka terhindar dari TBC dan penyakit menular lainnya.

SWARNANEWS.CO.ID, TUGUMULYO MUSI RAWAS –Sebagai pewujudan untuk terus memelihara kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Puskesmas sebagai perpanjangan Dinas Kesehatan menggelar Kegiatan Swakelola Tracing  TBC Terintegrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Puskesmas L Sidoharjo, di gedung serbaguna Desa Q1 Tambahasri Tugumulyo Musi Rawas Sumatera Selatan, Senin (03/08/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Musi Rawas Renaldi Agustinus, SKM.MM, Petugas kesehatan Puskesmas L Sidoharjo Dr. Catur Bhaktiana Dewi, Mustika,Am.Kep, Kepala Tata Usaha Ns. Fitriyadi, Penanggung jawab program penyakit tidak menular Renofirnando,Am.Kep, Kepala Desa Subagio beserta seluruh staf dan jajarannya, kader penyakit tidak menular Jamilah dan Ermi dan seluruh peserta skrining kesehatan.

MEMOTIVASI :Kepala Desa Q1 Tambahasri Subagyo dan Kepala TU Puskesmas L Sidoharjo memberikan salam sehat dimulai dari kita. 

Kegiatan Swakelola Tracing Tuberculosis (TBC) merupakan kegiatan rutin dari Dinas Kesehatan  kabupaten Musi Rawas melalui Puskesmas L Sidoharjo dalam rangka penelusuran atau pencarian kasus Tuberculosis (TBC) seperti orang yang diduga TBC, pelacakan orang yang kontak erat dengan pasien TB, orang yang tinggal di sekitar pasien TB, masyarakat yang mempunyai faktor resiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus dengan melaksanakan kegiatan skrining kesehatan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, ini paling sering menyerang paru-paru tetapi juga dapat menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, ginjal dan usus.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas, wilayah Puskesmas L Sidoharjo ada dua desa yang menjadi lokus terbanyak penderita TB tahun 2025-2026 yaitu desa Q1 Tambahasri dan Desa L Sidoharjo.

Sebanyak 100 peserta yang diikutsertakan dalam skrining kesehatan ini adalah orang-orang yang kontak erat dengan penderita TB, lingkungan sekitar penderita TB, dan masyarakat yang mempunyai faktor resiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.

 

Kabid P2P Renaldi dan Petugas kesehatan lainnya sedang melaksanakan kegiatan skrining.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Renaldi Agustinus memberikan sosialisasi kepada seluruh peserta sebelum melaksanakan skrining .

Renaldi menyampaikan bahwa pentingnya kegiatan ini karena pemeriksaan ini membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal. Sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius terkhusus penyakit TB dan memutuskan rantai penularan penyakit TB

Dengan penuh keakraban Renaldi menyapa secara langsung peserta, menanyakan dengan siapa tinggal di rumah, berapa orang anggota di rumah, itu adalah salah satu dari kegiatan skrining untuk mendeteksi penyakit TB, misal apakah ada satu rumah yang perokok berat .

 

Dokter Catur Bhaktiana Dewi Sedang berinteraksi langsung dengan peserta faktor resiko.

Renaldi juga memberikan reward kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaannya dan sebagai bentuk apresiasi telah hadir untuk melakukan skrining kesehatan. “Pentingnya menjaga kesehatan karena sehat itu mahal dan lebih baik mencegah dari pada mengobati,” ujarnya tersenyum.

Kepala Desa Subagyo mengikuti langsung skrining kesehatan dengan pemeriksaan dahak.

Kepala desa Subagio menyambut dengan antusias  adanya kegiatan skrining kesehatan ini, dan mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan baik kepada warganya, dan meminta untuk terus  memantau  masalah kesehatan terutama penyakit TB ini.

Peserta sangat senang sekali dengan adanya skrining kesehatan ini, sehingga lebih berhati-hati menjaga pola makan dan mengubah prilaku hidup sehat.

Teks/Foto: Hosiaroba

Editor: Sarono P Sasmito

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here