Home Pendidikan Dosen dan Mahasiswa PPL FAI 2026, Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat: Stop ...

Dosen dan Mahasiswa PPL FAI 2026, Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat: Stop Bulying, Khamar dan Narkoba Kalangan Remaja di SMA Gama 3: Kerjasama Terus Berlanjut

120
0

SINERGI SOLID: Terbentuknya sinergi yang solid antara pengelola SMA Gajah Mada 3 Palembang dengan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Palembang menjadikan para mahasiswa PPL dapat menjalankan kegiatannya dalam memperkaya pengalaman lapangan untuk menjadi guru profesional. 

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG—Dosen dan  Mahasiswa  Program Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Agama Islam (FAI) tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar Program Pengabdian Kepada Masyarakat   “Say No, Jaga Diri, Jaga Hati: Stop Bulying, Khamr dan Narkoba di Kalangan Remaja di SMA Gajah Mada 3 Palembang, Senin (5/10/2026). Selain dosen dan mahasiswa kegiatan diikuti puluhan murid kelas 10 dan 11.

FOKUS: Para  pimpinan FAI UMPalembang dan SMA Gama 3 Palembang tampak fokus dalam membersamai kegiatan pengabdian kepada masyarakat  yang berlangsung di SMA Gama 3.  

Hadir pada kesempatan tersebut Dekan FAI Dr Purmansyah Ariadi, S.Ag, M.Hum, Wakil Dekan I FAI Dr. Rulitawati,  MPdI, Dosen Pembimbing Sri Yanti, SPd, MPd, Yuniar Handayani, SH, MH, Dr Jumhan, Helyadi, SH, MH  dan Sarono P Sasmito Pemimpin Redaksi Swarnanews. Sedangkan mahasiswa peserta PPL terdiri atas  Sefti Anggraini, Sindi Irmawati,  Tania Salsabilla, Abidah Husna Sholihah, Hafizoh, Sabriansah, Yasril al Pajri dan R Rahmat Zulmi. Dari pihak sekolah hadir Kepala Sekolah Nurwahid Kemendan SE, Msi Kepala SMA Gama 3,  Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Tri Fransiska, SPd dan puluhan perwakilan siswa kelas 10 dan  11.

Acara pandu oleh MC  oleh Abidah Husna dibuka dengan sama-sama melafalkan basmallah lalu dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Usai itu mwewakili Dekan FAI Rulita mengemukakan dengan adanya kegiatan ini menambah wawasan bagi siswa kelas 10 dan  11. Saat itu juga Rulita memberikan masukan kepada para murid agar saat menyanyikan Lagu Wajib Nasional Indonesia Raya  harus sikap sempurna tegak ke depan. Tak ada yang garuk-garuk atau main-main. Karena untuk memperoleh kemerdekaan ini bukan hal yang mudah. Harta dan jiwa raga mereka korban untuk itu. Oleh karena kita harus tegak lurus sebagai penghormatan.

Usai itu Tri Fransiska, SPd  Waka Kesiswaan SMA Gama 3 mengemukakan acara ini mendadak karena sebenarnya  kondisi asap ini sekolah sudah mulai  menerapkan Pembelajaran jarak Jauh (PJJ) sehingga acara dimajukan dari jadwal sebelumnya yang jadwalnya Selasa besok. Tri mengharapkan agar anak-anak memperhatikan materi seminar  yang diberikan oleh mahasiswa PPL. Sehingga ketika ada kemungkinan di lingkungan kita ada masalah itu kita harus berusaha mengatasinya. Pihaknya juga mengucapkan terima atas kerjasama dengan UMP.

Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tania Salsabila yang memaparkan materi “Say No, Jaga Diri, Jaga Hati: Stop Bulying, Khamr dan Narkoba di Kalangan Remaja.

Kita menyaksikan banyak terjadi kasus perundungan yang terjadi di sekitar kita.  Baik Buly verbal, buly sosial, dan  medsos. Kita mesti menghindari komen-komen tik tok di medsos yang bernada mencibir orang-orang lewat kata-kata yang menyakitkan hati. Di samping itu harus mencegah jika ada teman yang akan melakukan itu, menghindari dan membela ketika ada korban. Kemudian melaporkan ke jika ada kejadian bulying. Bahkan ada kasus anak kelas 2 SD didorong badannya hingga meninggal. Tentu kita sebagai kakak mengingat adik kelasnya agar tidak melakukan bulying. Berawal dari candaan, seterusnya ada kata-kata kasar bisa menjadi benturan fisik.

Paparan selanjutnya dilakukan oleh  Hasbiyallah tentang Khomr. Sesuatu yang memabukkan  dapat menutupi atau menghalangi kejernihan akal manusia. Jenisnya materi yang dibuat  melalui fermentasi dan kemudian mengandung kadar alkohol. Banyak  ayat yang mejelaskan larangan khamr jauhilah khamr, almaisir perjudian, menyembah berhala dan mengundi nasib dengan anak panah. Sebab dari miras bisa menimbulkan permusuhan.  Bila rasa malu dan lain-lain hilang semua maka akan membukakan pintu dosa lainnya. Jadi miras pada prinsipnya  mudhoratnya lebih besar dari manfaaatnya.  Saat tanya jawab Cahaya Indarlina berhasil menjawab pertanyaan dan memperoleh hadiah dari peserta PPL.

 

PESERTA AKTIF: Para murid tampak ikut diskusi aktif saat seminar.

Sedangkan Atma  Jaya apakah kita pantas mendekati miras dia menjawab  tidak pantas, mendekatinya.

Pada pemaparan  selanjutnya  Septi Anggraini  menguraikan tentang bahaya  Narkoba karena bahayanya kita harus sanggup mengatakan Say No Drug atau narkoba. Sedangkan penyebabnya karena kita karena pergaulan yang salah sehingga terjerumus.

Kelar paparan dari mahasiswa  Dr Rulitawati, MPd mengulas apa yang menjadi topik pembicaraan. Oleh karena permasalahan tersebut sudah marak maka perlu UU atau regulasi yang mengaturnya. Misalnya KUHP Nasional  UU Nomor 1 Tahun 2023 pasal-pasl KUHP mencakup delik penganiayaan, pengeroyokan, penghinaan, pencemaran nama baik, hingga fitnah bagi kasus perundungan baik fisik maupun verbal.

Selain itu kami berterimakasih atas fasilitasi pihak sekolah sehingga para mahasiswa PPL  mendapatkan kesempatan bersosialisasi dengan siswa, kepala sekolah, guru-guru dan komunitas sekolah lainnya sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman berharga saat akan menjalani profesinya sebagai guru. Sedangkan dalam Islam, komunikasi Islam mengajarkan  kata-kata yang indah sebagai insan yang kamil. Jangan berburuk sangka kepada yang lain. Sedangkan perundungan banyak jenisnya mulai kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi dan kebijakan yang mengundang kekerasan.

Usai itu Nurwahid Kemendan SE, MSi Kepala SMA Gama 3 berkesempatan memberikan sambutan dan berterimakasih dengan adanya seminar  tentang Narkoba, Bulying dan Intoleransi sangat bermanfaat bagi murid.  Allah menciptakan makhluk hewan, tumbuhan dan manusia. Yang paling  sempurna adalah manusia karena memiliki akal, Hewan punya otak tapi tidak memiiki akal. Oleh karena itu agar akal tidak rumah maka harus dihindari masuknya zat-zat yang tidak baik maka akan merusak mental. Berpikir tidak jernih dan  melakukan hal-hal yang melanggar hukum.  “Oleh karena harus tegas jauhilah zat-zat berbahaya,” tegasnya.

Di samping Nurwahid juga mengharapkan kerjasama antara SMA Gama 3 terus berlanjut untuk tahun-tahun mendatang.

Untuk menuju akhlak yang sempurna harus ada akal yang sehat. Semua ada normanya.  Baik di dalam masyarakat dan lainnya. Kalau sudah terkena narkoba untuk pemulihannya bukan hal mudah. Bapak tidak berharap ada anak-anak tidak melakukan hal tersebut.  Sedangkan membiacarakan fasilitas di sekolah pembelajaran secara digitalisasi, bisa  dilakukan karena ada alat bantunya berupa videotron.

Di antara mahasiswa peserta PPL yakni Septi Anggraini, Tania Salsabila dan Cindi Irmawati mengaku mendapatkan pengalaman berharga dengan menjalani dengan menjalani PPL selama dua bulan tersebut. Yang paling penting ternyata memahami menjadi guru bukan hanya transfer ilmu tapi juga yang paling penting adalah memberikan keteladanan dengan mendidik siswa agar berkarakter baik.

“Ini yang kami rasakan tidak mudah, karena harus memiliki kesabaran untuk mengubah jiwa siswa yang bandel, tidak disiplin dan perilaku lain yang mengarah ke pribadi yang terpuji yakni sikap jujur, ulet, sabar, jiwa pejuang dan fokus pada kemampuan akademik,” ujar ketiganya.

Foto: Dok FAI UMPalembang

Teks/Editor: Sarono P Sasmito

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here