SWARNANEWS.CO.ID, YOGYAKARTA –Kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumatera Selatan. Enam pendekar terbaik asal Bumi Sriwijaya resmi dilantik menjadi bagian dari jajaran Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung khidmat pada Sabtu (31/10/2026), bertempat di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 4, Ring Road Selatan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarto, M.Ag. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, sejumlah pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), perguruan historis IPSI, serta berbagai perguruan pencak silat lainnya.
Momentum ini menjadi catatan penting sekaligus kebanggaan bagi Sumatera Selatan. Enam Pendekar Tapak Suci asal Sumsel dipercaya mengemban amanah strategis dalam struktur kepemimpinan organisasi di tingkat Pusat.
Adapun keenam pendekar Sumatera Selatan yang dilantik adalah:
1. Abas Akbar, S.E., M.M., P.Ua
Ketua III PP Tapak Suci.
2. Syafruddin, S.E., P.Ua
Anggota Pleno PP Tapak Suci.
3.Ansyordin, S.Pd., P.Ua
Departemen Pembinaan Wasit dan Juri.
4. Heri Hermansyah, S.E., M.Si., P.Ma Departemen Pembinaan Prestasi Pencak Silat Olahraga.
5. Wega Arius, P.Mdy
Departemen Informasi dan Komunikasi.
6. Marta Pujiono, S.Kom.I., P.Ma
Departemen Informasi dan Komunikasi.
Kepercayaan yang diberikan kepada keenam pendekar tersebut menjadi bukti kontribusi dan kiprah Pendekar Tapak Suci Sumatera Selatan dalam perjalanan organisasi ,Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat sinergi, memperluas jaringan komunikasi, meningkatkan kualitas pembinaan prestasi, serta mendorong kemajuan Tapak Suci dalam menghadapi tantangan zaman.
Pelantikan kali ini juga menjadi momen istimewa bagi salah satu pengurus yang dilantik, Marta Pujiono. Selain menerima amanah di tingkat Pimpinan Pusat, ia saat ini juga tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, tempat berlangsungnya prosesi pelantikan.
Ditemui seusai prosesi pelantikan, Marta Pujiono menyampaikan bahwa amanah yang diberikan merupakan kehormatan yang membanggakan, terus berkhidmat untuk mencerahkan
Menurutnya, menjadi bagian dari kepengurusan Pimpinan Pusat bukan sekadar memperoleh posisi dalam organisasi, melainkan kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Tapak Suci berupa gagasan terbaik untuk Perguruan
“Amanah ini merupakan tugas mulia . Kami berharap dapat berkontribusi secara maksimal, memperkuat soliditas organisasi, serta membawa semangat pembaruan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur dan tradisi perjuangan Tapak Suci,” ungkapnya.
Semangat tersebut sejalan dengan tema besar pelantikan, yaitu “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia.” Tema ini menjadi refleksi penting bahwa Tapak Suci harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman, memperkuat profesionalisme organisasi, meningkatkan prestasi, serta memperluas kiprahnya hingga ke tingkat internasional dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai persyarikatan Muhammadiyah.
Amanah baru yang diemban keenam pendekar tersebut mendapat sambutan hangat, ucapan selamat, dan apresiasi dari keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sumatera Selatan serta jajaran Pimpinan Daerah Tapak Suci se-Sumatera Selatan.
Kehadiran enam Pendekar Sumatera Selatan dalam kepengurusan Pimpinan Pusat Periode 2026–2031 diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan organisasi, sekaligus inspirasi bagi kader-kader muda untuk terus berproses, berprestasi, dan mengambil peran dalam kepemimpinan Tapak Suci di masa mendatang.
Dari Bumi Sriwijaya untuk Indonesia dan dunia. Enam pendekar membawa amanah, dedikasi, dan semangat perjuangan untuk kemajuan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Release: Marta Pujiono
Editor: Sarono P Sasmito



