Home Ekonomi Investasi di Jalan yang Tepat bisa Perbaiki Harga Hidup, Jangan Tunggu Uang...

Investasi di Jalan yang Tepat bisa Perbaiki Harga Hidup, Jangan Tunggu Uang Banyak untuk Berivestasi Pasar Modal

92
0
Peluncuran ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI),

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA – Memasuki hari kedua kegiatan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Jumat 6 November 2026, dilakukan gelaran talkshow. Sebelumnya, ada pelincuran ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI).

Dalam talkshow bertajuk, Perencanaan Keuangan Financial Freedom Roadmap Strategi Investasi untuk Setiap Tahap Kehidupan, hadir sebagai pembicara Aliyah Natasha, Financial Educator & Consultant, serta Irsyad Al Ghifari, investor serta Praktisi Komunikasi Kebijakan Publik dan Leuangan.

Aliyah dalam materinya mengajak masyarakat untuk mulai menyisihkan pendapatannya sedikitnya Rp 100 ribu untuk mulai investasi di pasar modal.

“Mulailah dari yang kecil karena kalau kecil resikonya juga kecil,” kata Aliyah.

Berinvestasi pasar modal saat ini tidak butuh dana besar. Dulu membuka reksadana butuh dana Rp 7 juta. Sekarang bisa mulai Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Aliyah Natasya dan irsyad Al Ghifari

Selama 30 tahun terakhir, kenaikan harga yang terjadi sudah sangat besar. Ambil contoh saat tahun tahun 1998 lalu ada krismon (krisis moneter) lalu di 2008 ada krisis subprime mortgage, kemudian 2022 ada krisis akibat Covid 19.

Adanya krisis ini membuat kenaikan harga barang. Seperti tahun 1998, harga satu gram emas hanya Rp 20 ribu, sekarang di 2026 sudah Rp 2,5 juta.

“Inilah alasan kita perlu investasi. Karena investasi di jalan yang benar dan tepat bisa perbaiki harga hidup kita,” tuturnya.

Jenis investasi juga beragam, bahkan kini sufah ada ETF Emas yang lebih terjangkau dan bisa ditransaksikan dengan emas digital di smartphone.

Aliyah juga menerangkan, bahwa seiring bertambahnya usia, pilihan investasi lebih konservatif. Masyarakat akan memilih investasi yang aman ketimbang meningkatkan produktivitas.

“Dengan modal kecil kesalahan kecil. Belajarlah dari kegagalan orang lain. Jangan sampai kita gagal,” ungkapnya.

Sementara Irsyad, investor yang turut jadi pembicara di acara talkshow tersebut, mengatakan bahwa ia sudah 8 tahun berinvestasi di pasarmodal.

Selama itu pula, ia pernah merugi hingga Rp 40 juta lebih. Namun, dirinya tidak berputus asa.

“Buat saya investasi perjalanan naik kereta, pilih kereta pas, yahu tujuan kemana, yg tdk boleh loncat di tengah jalan,” sahutnya.

Sementara itu Sabtu 7 November 2026, agenda CMSE 2026 mencakup edukasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.

Selain itu, CMSE 2026 menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant, terdiri atas OJK, SRO dan anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, Kementerian Keuangan, perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, serta mitra lainnya.

Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat mengenal ekosistem pasar modal Indonesia beserta produk dan layanan investasinya.

Penyelenggaraan CMSE 2026 berlangsung selama tiga hari 5 – 7 November 2026 di Main Hall Kantor BEI Jakarta.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here