Beranda Opini Mewaspadai Kecenderungan Penyebab Manusia Menjadi Sombong

Mewaspadai Kecenderungan Penyebab Manusia Menjadi Sombong

59
0

Sarono Putro Sasmito

Oleh Dr. Idmar Wijaya,S.Ag., M.Hum
Dosen Prodi KPI FAI UM Palembang dan WK Ketua PDM Kota Palembang

SWARNANEWS.CO.ID, –Beberapa waktu  lalu saya menulis tentang penyebab Iblis terusir dari surga. Diantara penyebab terusirnya iblis dari surga adalah karena merasa lebih mulia dari Adam, karena kesombongannyalah sehingga iblis menjadi terlaknat dan terusir dari surga.
Pada pertemuan kali ini penulis ingin menulis ada banyak dan penyebab manusia merasa menjadi sombong, dan memang manusia itu mahluk yang selalu khilaf dan salah dan semua karena dia mendengar bisikan iblis yang selalu memasang perangkap agar manusia menjadi teman iblis di neraka kelak. Ada banyak ayat al-qur’an yang menyatakan Iblis musuh manusia.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 208)
فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Maka ketika keduanya merasakan (buah) pohon itu, tampaklah bagi mereka auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, ‘Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu, bahwa setan itu benar-benar musuh yang nyata bagimu berdua?’” (QS. Al-A’raf: 22)
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”(QS. Fathir: 6)
Berikut beberapa penyebab manusia menjadi sombong:
1. Karena harta kekayaan yang dimiliki.
Orang yang diberi banyak harta dan karena tidak diimbangi dengan keimanan yang mapan bisa merasa lebih tinggi dari orang lain, memandang rendah yang miskin, dan merasa semua yang ia miliki adalah hasil jerih payahnya sendiri, tanpa menyadari bahwa itu adalah ujian dan titipan dari Allah. Orang semacam ini suatu saat jika tidak memiliki harta lagi biasanya baru menyadari.
“Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-‘Alaq: 6–7)

2. Keadaan Fisik yang Sempurna.

Memiliki wajah tampan, cantik, tubuh ideal, atau penampilan menarik sering membuat sebagian orang merasa lebih baik dari yang lain. Ini adalah bentuk kesombongan yang sangat halus, padahal semua itu adalah pemberian Allah. Orang yang semacam ini apalagi jika tidak diimbangi dengan keimanan yan baik. Saat keacntikan dan ketampanan tidak ada lagi biasanya mereka baru sadar. “Allah-lah yang menciptakan kamu dan memberimu rezeki…”(QS. Ar-Rum: 40)

3. Karena Ilmu Pengetahuan.
Sombong karena ilmu lebih berbahaya karena bisa tersembunyi di balik kebaikan. Seorang yang berilmu bisa meremehkan yang dianggap bodoh, padahal ilmu seharusnya melahirkan tawadhu’ (rendah hati). Sombomng karena merasa lebih pintar, ini sangat berbahaya karena ilmu tidak akan pernah habis. “Di atas setiap orang yang berilmu ada yang lebih mengetahui.” (QS. Yusuf: 76)

4. Sombong karena Ibadah yang Tekun.

Ada juga orang yang rajin shalat, puasa, tahajud, sedekah, baca al-qur’an dan sebagainya — tapi kemudian merasa lebih baik dari orang lain yang tampak biasa saja. Sombong karena merasa ibadahnya lebih baik dari orang lain sangat berbahaya karena bersifat tersembunyi dan orang lain bisa diangap salah semua, tapi Ia lupa bahwa:
 Ibadah adalah karunia Allah, bukan hasil usahanya semata.
 Amal hanya diterima jika ada keikhlasan dan kerendahan hati.
 Membandingkan ibadah diri dengan orang lain bisa menghapus pahala karena niatnya sudah tercampur.
“Barang siapa yang berkata, ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan,’ maka Allah berkata: ‘Siapa yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan? Aku telah mengampuni si fulan dan Aku menghapus amalmu.’” (HR. Muslim)

5. Karena Jabatan atau Kedudukan.
Seseorang yang memiliki posisi tinggi bisa menjadi angkuh, dan apa lagi jika tidak dibimbing oleh ajaran agama Islam. Maka biasanya merasa punya kuasa atas segalanya, dan menindas yang di bawahnya. Padahal dalam Islam, kedudukan adalah amanah dan tanggung jawab, bukan alat untuk menyombongkan diri, bukan juga aji mumpung. Saat kekuasaan tidak ia miliki lagi dan tidak ada lagi orang yang menghormatinya biasanya orang tersebut baru menyadari.
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi.” (HR. Muslim)

Kesimpulan.
Hidup ini hanya untuk beribadah, mengabdi kepada Allah SWT, jadikan semua yang kita miliki hanya sebagai titipan Allah SWT dan hendaknya apapun yang Allah SWT titipkan kepada kita, hendaknya kita berusaha menjadi distributor Allah SWT. Tulisan ini hanya untuk mengajak kita supaya lebih baik secara Bersama. (Editor Sarono P Sasmito)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini